Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Agustus 2021

Tauhid sebagai Esensi Estetika Sastra Sufi

Heru Kurniawan
lampungpost.com
 
APA yang ingin saya diungkapkan ini mengenai paradigma pemahaman sastra sufi dilihat dari fondasi Islam dan epistemologi sastra. Penggabungan keduanya, menurut saya, akan menghasilkan suatu paradigma sastra sufi yang logis. Sekalipun pengertian ini bersifat analogis, tetapi dapat dijadikan sebagai perspektif dalam memosisikan sastra sufi, yang sampai saat ini paradigmanya masih rancu karena dikaburkan oleh cara pandang subjektif sebagai pengaruh etika agama yang tidak dilihat secara keilmuan. Hasilnya, cara pandang paradigma sastra sufi dalam kesusastraan Indonesia masih terbelenggu oleh romantisme dan keyakinan Islam yang sempit.

Sabtu, 28 Agustus 2021

Mempertanyakan Puisi Nadhaman

Raedu Basha *
Republika, 21 Sep 2014
 
Diakui atau tidak, puisi berbentuk nadham yang dimaksud dalam tulisan Dimas Indiana Senja (selanjutnya Dimas), "Estetika nadhaman (Republika, Ahad, 24 Agustus 2014) hanya bentuk ekspresi kebosanan dunia perpuisian akhir-akhir ini. Mengapa demikian? Puisi-puisi dalam dekade kekinian dalam pengamatan saya seperti diwakili oleh bahasa judul puisi Joshua Igo, "Puisi yang Mencari Alamat".

Kamis, 05 Agustus 2021

KETERPADUAN FUNGSI APRESIASI SASTRA (7)

Djoko Saryono *
 
Empat fungsi apresiasi sastra yang sudah diulas sebelumnya tidak selalu terpisah. Ada kalanya malah berpadu. Maksudnya, dalam suatu proses apresiasi sastra bisa teremban atau tertunaikan beberapa fungsi sekaligus. Hal ini bergantung pada proses keberlangsungan apresiasi sastra, pengapresiasi sastra, dan karya sastra. Jika proses apresiasi berlangsung secara afektif-intelektual dan pengapresiasi sastra bertipe afektif-intelektual serta karya sastra berbobot atau bermutu, maka berbagai fungsi bisa tertunaikan sekaligus. Sebagai ilustrasi perhatikan puisi berikut ini.

Minggu, 25 Juli 2021

Bahasa Sajak di Antara Subjektivitas

Abdul Wachid B.S. *
badanbahasa.kemdikbud.go.id
 
Ada perbedaan tertentu antara bahasa di dalam sajak dan bahasa di luar sajak. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa bahasa pada umumnya adalah alat untuk mengomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal yang berlangsung di dalam jiwa manusia. Sementara itu, yang membedakan bahasa di dalam sajak dengan bahasa di luar sajak adalah adanya kenyataan lain yang tersembunyi di balik bahasa sajak yang berupa tujuan awal penyair, ungkapan hati, perasaan, daya khayal, dan wilayah kenyataan baru yang sedang dijelajahi penyair.

Jumat, 18 Juni 2021

Kebudayaan dan Kebangsaan

100 Tahun Kebangkitan Nasional
 
Ignas Kleden
nasional.kompas.com
 
Ketika kesadaran kebangsaan dicetuskan di Indonesia pada awal abad ke-20, wacana politik berlangsung di atas atau di luar kebudayaan. Dengan istilah sekarang, nasionalisme yang digerakkan oleh para pemimpin pada waktu itu menghindari setiap kemungkinan identity politics (politik identitas). Seluruh rakyat dikerahkan untuk bersatu padu dan seakan harus ”melupakan” buat sementara waktu asal-usulnya, suku bangsanya, dan kelompok budayanya.

Rabu, 09 Juni 2021

TENTANG KATA : DIKTATOR

Maman S. Mahayana *
Media Indonesia, 22 Okt 1995
 
DIKTATOR. Ini sebuah kata yang menakutkan. Maknanya pun bermacam- macam, bergantung konteks, situasi dan mayarakat pemakai. Secara etimologis, kata ini berasal dari bahasa Latin, dictatore, dictator (oris), dictare, dictatura (ae). Maknanya perintah, komandan, pemimpin.
 
Dalam kamus Latin-Indonesia (Ver Hoeven dan Marcus Carvallo, 1969), ada lima makna menyertai kata diktator, yaitu orang yang mengimlakan, yang berperintah, panglima tertinggi, diktator, panitera, pengarang, penggubah.

Selasa, 08 Juni 2021

Sastrawan Jawa Timur, Soal Cybersastra, dan Cybersastra Jawa

Viddy AD Daery
sinarharapan.co.id
 
Sebenarnya, sejak dulu sampai kini, sastrawan Jatim yang mempunyai nama di tingkat nasional cukup banyak, misalnya: D. Zawawi Imron, Budi Darma, Akhudiat, Suparto Broto, juga sastrawan mudanya yang berkibar di banyak media massa Jakarta hari-hari ini, seperti S. Yoga, M. Shoim Anwar, Viddy AD Daery, Sirikit Syah, Denny Tri Aryanti, Indra Tjahyadi, Mashuri dan banyak lagi.

Masalah Naskah Teater di Jawa Timur

Rakhmat Giryadi *
 
Jawa Timur, mengalami kelangkaan naskah teater. Sejak periode tahun 1970-an, periode Akhudiat, penerbitan naskah teater baru terjadi satu kali. Pada tahun 2001 lalu Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) menerbitkan Tiga Kitab Lakon dari Jawa Timur, yang hanya memuat tiga naskah antara lain, Jaka Tarub (Akhudiat), Sang Tokoh (Anas Yusuf), dan Kuman (Meimura). Namun penerbitan ini juga tidak mampu menjawab kelangkaan naskah di Jawa Timur.

Birokratisasi Sastra Jawa Timur

AF. Tuasikal
cetak.kompas.com
 
Aku bertanya. Tetapi pertanyaanku. Membentur jidat penyair-penyair salon. Yang bersajak tentang anggur dan rembulan.
Sementara ketidakadilan terjadi disampingnya. Dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan. Termangu-mangu di kaki dewi kesenian
Inilah sajakku. Pamplet masa darurat. Apakah artinya kesenian. Bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir. Bila terpisah dari masalah kehidupan
(WS. Rendra. Sajak Sebatang Lison)

Posisi Negeri Pengarang di Jawa Timur

(Surat Terbuka Buat Arif B Prasetya, W. Hariyanto, Fachrudin Nasrullah, Rahmat Giryadi)
 
S. Jai *
 
HAMPIR pasti tiada suatu negeri tanpa bayang-bayang penguasa. Fatalnya hal serupa terjadi pada negeri sastra -tempat berdiam puisi, prosa atau drama. Ini yang tertangkap dari sebalik ulasan kritikus sastra Arif Bagus Prasetyo tentang “Jawa Timur Negeri Puisi,” Jawa Pos 25 Juli lalu.

Jumat, 04 Juni 2021

MENENGOK PERADABAN PESANTREN DI P.P. SUMBERANYAR PAMEKASAN MADURA

Mashuri *
 
Peradaban pesantren di Pondok Pesantren Sumberanyar, selanjutnya disingkat P.P. Sumberanyar, di Desa Larangan Tokol, Tlanakan, Pamekasan, Madura, begitu menjulang. Namun, belum banyak para ahli menguaknya dengan kaffah.
 
Tentu, hal itu sangat disayangkan. Pasalnya, pesantren tersebut merupakan salah satu pesantren tertua di Madura, didirikan K.H. Zubair sekitar abad ke-16 M. Kini, pola pendidikan pesantren itu terbagi dalam 12 pengasuhan dengan cara membaur dengan masyarakat desa setempat.

Senin, 24 Mei 2021

MENGENANG BANG MOCHTAR LUBIS (1922–2004)

: MENERBITKAN MAJALAH SASTRA HORISON
 
Taufiq Ismail
 
Sudah 10 tahun lebih Bang Mochtar wafat. Demikian banyak kenangan selama 38 tahun beliau memimpinHorison, majalah sastra yang alhamdulillah masih bertahan hidup 49 tahun sampai 2015 ini. Yang paling berkesan adalah ketika di awal 1966 Soe Hok Djin, Ras Siregar dan saya datang ke rumah tahanan di Jakarta Kota. (Belakangan Soe Hok Djin ganti nama menjadi Arief Budiman). Ke rumah itu dipindahkan dari tahanan rezim Orde Lama di Madiun, rekan-rekan sejawat Bang Mochtar, yaitu para tokoh-tokoh pimpinan negara dan politik Pak Moh. Natsir, Moh. Rum, Anak Agung Gde Agung, Subadio Sastrosatomo, Yunan Nasution, Isa Anshary dan beberapa lagi.

Minggu, 02 Mei 2021

Membaca Pengembaraan Mahfudz

Zehan Zareez *
 
Pengembara, ditulis oleh Mahfudz dalam buku antologi puisi “Gandrung”:
 
"Setiap dari kita adalah pengembara
Yang menggiring waktu
Menuju asal muasal
Adam tercipta"
...

Minggu, 25 April 2021

Mari Berpuasa dan Menjadi Sakti

A.S. Laksana *
jawapos.co.id
 
Dalam setiap upaya orang untuk menjadi sakti, lazimnya ada ritual puasa di dalamnya, mungkin 40 hari atau 40 tahun, terserah aturan yang ditetapkan oleh sang guru. Tentu saja itu puasa yang jenisnya berbeda dari puasa Ramadan, tetapi bagaimanapun tetap bisa disebut puasa. Dan beberapa orang benar-benar menjadi sakti dengan menjalani laku semacam itu, berpuasa dan berpantang dalam sejumlah hal. Kalaupun tidak bisa menjadi resi, setidaknya ia bisa menyenggol pundak orang dan mendapatkan seluruh isi dompet orang yang disenggol. Saya kira itu kecakapan yang bahkan bisa didapatkan tanpa Anda melakukan puasa sama sekali.

Jumat, 23 April 2021

Saya Mohon Ampun

Radhar Panca Dahana *
Kompas, 20 April 2011
 
BEBERAPA hari lalu Kementerian Kesehatan memberi peringatan: terjadinya kesalahan dalam sebagian besar pemberian resep oleh dokter telah meningkatkan risiko penyakit di kalangan pasien karena meningkatnya imunitas bakteri atau virus.
 
Ternyata, baik sebagai konsekuensi logis maupun dalam pengertian alegoris, kenyataan medis di atas juga berlaku pada kondisi mental dan kultural bangsa ini. Sebagian besar dari kita, terutama kalangan elite pengambil keputusan, belakangan ini kian imun alias kebal-bebal—nurani dan akalnya—atas apa yang terjadi di sekeliling hidup dan profesinya.

Sabtu, 27 Maret 2021

EKSISTENSI DAN PERAN NAHDLATUL ULAMA DALAM PUISI

Catatan Kesan atas Antologi Puisi “Muhasabah Warna”

A. Syauqi Sumbawi *
 
Keberadaan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia hingga sekarang ini, tidak bisa dilepaskan dari lintasan historisnya dalam mengemban peran keagamaan dan kebangsaan. Pada titik ini, dialektika konstruktif dalam bingkai Islam dan ke-Indonesia-an, merupakan proses penting yang menjadikannya sebagai ormas Islam moderat (wasathiyah) serta mengakar pada kepribumiannya.

Rabu, 17 Maret 2021

MENGGALI INSPIRASI TANPA TERJEBAK PLAGIARISME

Mashuri *
 
Perihal ini, mari kita mulai dengan tujuh contoh.
KRT. Ranggawarsita, pujangga Jawa yang mashur itu menulis Serat Wirid Hidayatjati dengan mengambil inspirasi dari kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghazali. Dengan kepiawaiannya dalam membentuk metrum puisi Jawa, jenis macapat, intelektual bangsawan yang pernah nyantri di Pesantren Tegalsari di bawah asuhan KH. Hasan Besari, cucu dari Ki Ageng Muhammad Besari, ini berhasil menyajikan ajaran-ajaran sufi ke ruang kognisi masyarakat Jawa dengan cara-cara sastrawi. Meski para orientalis-kolonial secara politis melihat bahwa karya tersebut lebih dekat dengan nilai-nilai non-Islami, tetapi para cendekiawan generasi kiwari sudah banyak yang membalik anggapan tersebut.

Kamis, 25 Februari 2021

Binhad Nurrohmat dan Kembalinya Unsur Sastra Jahiliyah

Aguk Irawan MN *
Jurnal Kalimah, LESBUMI NU, I/Nov/2007
 
Di setiap erotisme selalu ada penyimpangan!
– Adonis
 
Hampir dua tahun yang lalu Marshall Clark (2005), peneliti sastra Indonesia di School of Asian Languages and Studies, University of Tasmania, dalam Konferensi Jurnal Antropologi di Universitas Indonesia menyebut puisi-puisi Binhad dalam Kuda Ranjang sebagai ‘puisi metropolitan’.

Label

A Khoirul Anam A. Khoirul Anam A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A.C. Andre Tanama A.D. Zubairi A.S. Laksana Abd. Basid Abdul Aziz Abdul Aziz Rasjid Abdul Gaffar Abdul Hadi W.M. Abdul Rauf Singkil Abdul Rosyid Abdul Salam HS Abdul Wachid B.S. Abdullah Alawi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimardha Kurniawan Abu Nawas Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Ach. Tirmidzi Munahwan Achmad Faesol Adam Chiefni Adhitya Ramadhan Adi Mawardi Adian Husaini Aditya Ardi N Ady Amar Adzka Haniina Al Barri AF. Tuasikal Afrizal Malna Afrizal Qosim Agama Para Bajingan Aguk Irawan Mn Agus Buchori Agus Fahri Husein Agus Fathuddin Yusuf Agus R. Sarjono Agus Sulton Agus Sunyoto AH J Khuzaini Ahmad Anshori Ahmad Badrus Sholihin Ahmad Baso Ahmad Fatoni Ahmad Hadidul Fahmi Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Khotim Muzakka Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Muhli Junaidi Ahmad Syafii Maarif Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Tohari Ahmad Y. Samantho Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rohim Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Fatoni Akhmad Sahal Akhmad Taufiq Akhudiat Alang Khoiruddin Alang Khoirudin Ali Audah Ali Mahmudi CH Ali Rif’an Aliansyah Allamah Syaikh Dalhar Alvi Puspita AM Adhy Trisnanto Ami Herman Amien Wangsitalaja Amin Hasan Aminullah HA Noor Amir Hamzah Ammar Machmud Andri Awan Anindita S Thayf Aning Ayu Kusuma Anjar Nugroho Anjrah Lelono Broto Antari Setyowati Anwar Nuris Arafat Nur Ariany Isnamurti Arie MP Tamba Arie Yani Arif Hidayat Arif Saifudin Yudistira Arifin Hakim Arman AZ Arwan Asarpin Asef Umar Fakhruddin Asep Juanda Asep S. Bahri Asep Sambodja Asep Yayat Asif Trisnani Aswab Mahasin Atiqurrahman Awalludin GD Mualif Azizah Hefni Azwar Nazir B Kunto Wibisono Babe Derwan Badrut Tamam Gaffas Bale Aksara Bandung Mawardi Bastian Zulyeno Bayu Agustari Adha Beni Setia Benny Benke Berita Berita Duka Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Brunel University London Budaya Budi Darma Budi Hutasuhut Budiawan Dwi Santoso Buku Kritik Sastra Candra Adikara Irawan Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cawapres Jokowi Cerpen Chairil Anwar Chairul Abhsar Chairul Akhmad Chamim Kohari CNN Indonesia Cucuk Espe Cut Nanda A. D Zawawi Imron D. Dudu AR Dahta Gautama Damanhuri Zuhri Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Danarto Danuji Ahmad Dati Wahyuni Dea Anugrah Dea Ayu Ragilia Dede Kurniawan Dedik Priyanto Den Rasyidi Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Detti Febrina Dewi Kartika Dian Sukarno Dian Wahyu Kusuma Didi Purwadi Dien Makmur Din Saja Djasepudin Djauharul Bar Djoko Pitono Djoko Saryono DM Ningsih Doddy Hidayatullah Donny Syofyan Dr Afif Muhammad MA Dr. Simuh Dr. Yunasril Ali Dudi Rustandi Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi Rejeki Dyah Ratna Meta Novia E Tryar Dianto Ecep Heryadi Edeng Syamsul Ma’arif Edy A Effendi Edy Susanto EH Ismail Eka Budianta Ekky Malaky Eko Israhayu Ellie R. Noer Emha Ainun Nadjib Esai Esha Tegar Putra Evi Melyati Fachry Ali Fahmi Faqih Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Faizal Af Fajar Kurnianto Fanani Rahman Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Fazabinal Alim Festival Literasi Nusantara Festival Sastra Gresik Festival Teater Religi Forum Santri Nasional Fuad Mardhatillah UY Tiba Furqon Lapoa Fuska Sani Evani Geger Riyanto Ghufron Gola Gong Grathia Pitaloka Gugun El-Guyanie Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin Gus Dur Gus Muwaffiq Gusriyono Gusti Grehenson H Marjohan H. Usep Romli H.M. Habibullah Hadi Napster Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamid Jabbar Hamka Hammam Fathulloh Hamzah Fansuri Hamzah Sahal Hamzah Tualeka Zn Hanibal W.Y. Wijayanta Hanum Fitriah Haris del Hakim Harri Ash Shiddiqie Hartono Harimurti Hary B. Kori’un Hasan Basri Marwah Hasnan Bachtiar Hasyim Asy’ari Helmy Prasetya Hendra Makmur Hepi Andi Bastoni Heri Listianto Heri Ruslan Herry Lamongan Herry Nurdi Heru Kurniawan Hilmi Abedillah Hotnida Novita Sary Hudan Hidayat Husein Muhammad I Nyoman Suaka Ibn ‘Arabi (1165-1240) Ibn Rusyd Ibnu Sina Ibnu Wahyudi Idayati Ignas Kleden Ilham Khoiri Ilham Yusardi Imadi Daimah Ermasuri Imam Hamidi Antassalam Imam Khomeini Imam Nawawi Imam Nur Suharno Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Nasri Imron Tohari Indonesia O’Galelano Indra Kurniawan Indra Tjahyadi Inung As Irma Safitri Isbedy Stiawan Z.S. Istiyah Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar J Sumardianta Jadid Al Farisy Jalaluddin Jalaluddin Rakhmat Jamal Ma’mur Asmani Jamaluddin Mohammad Javed Paul Syatha Jaya Suprana Jember Gemar Membaca Jo Batara Surya Johan Wahyudi John Halmahera Joko Pinurbo Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Junaidi Jurnalisme Sastrawi Jusuf AN K. Muhamad Hakiki K.H. A. Azis Masyhuri K.H. Anwar Manshur K.H. M. Najib Muhammad K.H. Ma'ruf Amin Kabar Pesantren Kafiyatun Hasya Kanjeng Tok Kasnadi Kazzaini Ks KH Abdul Ghofur KH. Irfan Hielmy Khansa Arifah Adila Khoirul Anwar Khoirur Rizal Umami Khoshshol Fairuz Kiai Muzajjad Kiki Mikail Kitab Dalailul Khoirot Kodirun Komunitas Deo Gratias Koskow Kritik Sastra Kurniawan Kurtubi Kuswaidi Syafi’ie Kyai Maimun Zubair Lan Fang Larung Sastra Leila S. Chudori Linda S Priyatna Linda Sarmili Liza Wahyuninto Lukisan Potret K.H. Hasyim Asy'ari karya Rengga AP Lukman Asya Lukman Santoso Az M Arif Rohman Hakim M Hari Atmoko M Ismail M Thobroni M. Adnan Amal M. Al Mustafad M. Arwan Hamidi M. Bashori Muchsin M. Faizi M. Hadi Bashori M. Harir Muzakki M. Kanzul Fikri M. Mustafied M. Nurdin M. Yoesoef M. Yunis M.D. Atmaja M.H. Abid M.Harir Muzakki M.S. Nugroho M.Si M’Shoe Mahamuda Mahdi Idris Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahrus eL-Mawa Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mansur Muhammad Marhalim Zaini Maria Hartiningsih Marjohan Marsudi Fitro Wibowo Martin van Bruinessen Marzuki Wahid Marzuzak SY Masduri Mashuri Masjid Kordoba Masuki M. Astro Matroni Matroni el-Moezany Matroni Muserang Mbah Dalhar Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Miftahul Ulum Mila Novita Mochtar Lubis Moh. Ghufron Cholid Mohamad Salim Aljufri Mohammad Kh. Azad Mohammad Yamin Muh. Khamdan Muhajir Arrosyid Muhammad Abdullah Muhammad Affan Adzim Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Ali Fakih AR Muhammad Amin Muhammad Anta Kusuma Muhammad Ghannoe Muhammad Idrus Djoge Muhammad Itsbatun Najih Muhammad Kosim Muhammad Muhibbuddin Muhammad Mukhlisin Muhammad Quraish Shihab Muhammad Subhan Muhammad Wava Al-Hasani Muhammad Yasir Muhammad Yuanda Zara Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun AS Muhyiddin Mujtahid Muktamar Sastra Mulyadi SA Munawar A. Djalil Munawir Aziz Musa Ismail Musa Zainuddin Muslim Mustafa Ismail Mustami’ tanpa Nama Mustofa W Hasyim Musyafak Myrna Ratna N. Mursidi Nasaruddin Umar Nashih Nashrullah Naskah Teater Nasruli Chusna Nasrullah Thaleb Nelson Alwi Nevatuhella Ngarto Februana Nidia Zuraya Ninuk Mardiana Pambudy Nita Zakiyah Nizar Qabbani Nova Burhanuddin Noval Jubbek Nu’man ’Zeus’ Anggara Nur Fauzan Ahmad Nur Wahid Nurcholish Nurel Javissyarqi Nuruddin Al Indunissy Nurul Anam Orasi Budaya Pangeran Diponegoro Parimono V / 40 Plandi Jombang PC. Lesbumi NU Babat PDS H.B. Jassin Pesantren Tebuireng Pidato Politik Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang PonPes Ali bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan Pramoedya Ananta Toer Prof. Dr. Nur Syam Profil Ma'ruf Amin Prosa Puisi Puji Hartanto Puji Santosa Pungkit Wijaya Purwanto Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin PUstaka puJAngga Putera Maunaba Putu Fajar Arcana R. Ng. Ronggowarsito Radhar Panca Dahana Raedu Basha Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rakhmat Nur Hakim Ramadhan Alyafi Rameli Agam Rasanrasan Boengaketji Ratnaislamiati Raudal Tanjung Banua Reni Susanti Resensi Restoe Prawironegoro Ibrahim Retno HY Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Rinto Andriono Risa Umami Riyadhus Shalihin Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Rodli TL Rohman Abdullah S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Saifuddin Syadiri Saifudin Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Salahuddin Wahid Salamet Wahedi Salman Faris Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sandiaga Uno Sanggar Pasir Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Pesantren Sastrawan Pujangga Baru Satmoko Budi Santoso Satriwan Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra Boenga Ketjil Sihar Ramses Simatupang Sinopsis Siswanto Siswoyo Sita Planasari A Siti Muyassarotul Hafidzoh Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Slavoj Zizek Snouck Hugronje Sobih Adnan Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana St Sularto Suci Ayu Latifah Sufyan al Jawi Sugiarta Sriwibawa Sulaiman Djaya Sundari Sungatno Sunu Wasono Surya Lesmana Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susianna Susringah Sutan Iwan Soekri Munaf Sutan Takdir Alisjahbana Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suyanto Syaiful Amin Syaifullah Amin Syarif Hidayat Santoso Syeikh Abdul Maalik Syeikh Muhammad Nawawi Syekh Abdurrahman Shiddiq Syekh Sulaiman al Jazuli Syi'ir Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Theresia Purbandini Tiar Anwar Bachtiar Tjahjono Widijanto Tok Pulau Manis Toko Buku PUstaka puJAngga Tu-ngang Iskandar Turita Indah Setyani Umar Fauzi Ballah Uniawati Universitas Indonesia Universitas Jember Usep Romli H.M. Usman Arrumy UU Hamidy Viddy AD Daery Virdika Rizky Utama W.S. Rendra Wa Ode Zainab Zilullah Toresano Wahyu Aji Walid Syaikhun Wan Mohd. Shaghir Abdullah Warung Boengaketjil Wawan Eko Yulianto Wawancara Welly Adi Tirta Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Fei Hung Y Alpriyanti Yanti Mulatsih Yanuar Widodo Yanuar Yachya Yayuk Widiati Yeni Ratnaningsih Yohanes Sehandi Yopi Setia Umbara Yosi M Giri Yudhi Fachrudin Yudi Latif Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusuf Suharto Zaenal Abidin Riam Zainal Arifin Thoha Zainuddin Sugendal Zakki Amali Zehan Zareez