Asif Trisnani
putrakatong.blogspot.com
Proyek “al-Nash wa al-waqi” atau “al-Wahyu wa al-Waqi’” yang sering digembor-gemborkan oleh Hassan Hanafi, menurutnya adalah merupakan paradigma dan kata kunci dalam memberikan interpretasi terhadap sebuah karya turats Islam. Berangkat dari keprihatin Hassan Hanafi terhadap hegemoni intelektual masyarakat Islam yang hanya berkutat di wilayah langit (nash) tanpa menyentuh persolaan-persoalan bumi (waqi’), sehingga pada tataran akhir, turats hanya sekedar khazanah klasik yang dikultuskan, tanpa upaya-upaya konstruktif untuk menjawab persoalan-persoalan actual dalam masyarakat. Realitas sosial bagi Hassan Hanfi merupakan persoalan prioritas untuk mendapatkan perhatian bagi para pembaharu Islam.
putrakatong.blogspot.com
Proyek “al-Nash wa al-waqi” atau “al-Wahyu wa al-Waqi’” yang sering digembor-gemborkan oleh Hassan Hanafi, menurutnya adalah merupakan paradigma dan kata kunci dalam memberikan interpretasi terhadap sebuah karya turats Islam. Berangkat dari keprihatin Hassan Hanafi terhadap hegemoni intelektual masyarakat Islam yang hanya berkutat di wilayah langit (nash) tanpa menyentuh persolaan-persoalan bumi (waqi’), sehingga pada tataran akhir, turats hanya sekedar khazanah klasik yang dikultuskan, tanpa upaya-upaya konstruktif untuk menjawab persoalan-persoalan actual dalam masyarakat. Realitas sosial bagi Hassan Hanfi merupakan persoalan prioritas untuk mendapatkan perhatian bagi para pembaharu Islam.