Benny Benke
http://www.suaramerdeka.com/
”SANG waktu masih saja berlagu mengalir tertib tanpa sedikit pun merasa ragu. Aku pun mengalir di dalamnya. Kadang-kadang terasa lewat dan terjepit di sela-sela sang waktu, tersendat-sendat, kemudian terhuyung-huyung seakan menggelinding dari ”kutub-ingat” lewat titik pusat kebingungan…
Itulah sekelumit tulisan Hamid Jabbar yang mengulas soal puisi dengan judul “Ketidakberdayaan, Pergulatan, Penyerahan, dan Kebangkitan? Ya, dalam Iman!” yang dimuat dalam situs Segerobak Puisi Hamid Jabbar.
http://www.suaramerdeka.com/
”SANG waktu masih saja berlagu mengalir tertib tanpa sedikit pun merasa ragu. Aku pun mengalir di dalamnya. Kadang-kadang terasa lewat dan terjepit di sela-sela sang waktu, tersendat-sendat, kemudian terhuyung-huyung seakan menggelinding dari ”kutub-ingat” lewat titik pusat kebingungan…
Itulah sekelumit tulisan Hamid Jabbar yang mengulas soal puisi dengan judul “Ketidakberdayaan, Pergulatan, Penyerahan, dan Kebangkitan? Ya, dalam Iman!” yang dimuat dalam situs Segerobak Puisi Hamid Jabbar.