Tampilkan postingan dengan label Rameli Agam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rameli Agam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Agustus 2010

Tradisi Pesantren dalam Sastra Sunda

Rameli Agam
http://regional.kompas.com/

Kedudukan pesantren dalam kehidupan masyarakat Sunda mempunyai posisi yang cukup penting. Pesantren tradisional (salafiyah) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan melengkapi keberadaan suatu dusun atau kampung yang tersebar di pelosok Tatar Parahyangan. Sebagai lembaga pendidikan agama (Islam), pesantren sangatlah akrab dengan budaya masyarakat tradisional di Jabar.

Di lingkungan pesantren, ajaran nilai-nilai agama diajarkan dengan penuh kegembiraan. Para santri dilatih melaksanakan ibadah seperti shalat dan puasa dengan cara membiasakan diri sesuai kemampuan. Menghafal rukun iman dan rukun Islam, mengutip ajaran yang bersumber dari kitab kuning, menghafal nama-nama nabi, dan puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW kerap dilakukan melalui metode kidung nadoman.

Dengan cara seperti itu, tanpa terasa ajaran agama merasuk ke dalam jiwa para santri dan mengalir alamiah. Kisah para nabi dan cerita-cerita lainnya merupakan metode pengajaran di pesantren. Tak sedikit kiai yang memanfaatkan cerita-cerita tersebut sebagai media dakwah. Dari kalangan pesantren telah lahir pula cerita yang bersumber dari budaya lokal. Sekadar menyebut contoh, cerita tentang Si Kabayan Jadi Lebe dan Si Kabayan jeung Santri Kalong. Kisah Si Kabayan itu merupakan cerita yang cukup dikenal dan digemari masyarakat Sunda, termasuk di lingkungan pesantren.

Catatan penelitian Endang Supriatna dalam Jurnal Patanjala BPSNT Bandung (September 2009) mengungkapkan, dalam karya-karya sastra Sunda klasik banyak dijumpai unsur-unsur dakwah yang bersifat langsung. Pesan-pesannya selain bersifat formal, seperti uraian tentang fikih, akhlak, tasawuf, dan sejarah, juga berisi ungkapan simbolis, di antaranya kisah-kisah para wali dan hikayat-hikayat berbau mistis. Dalam karya sastra modern di masa sebelum kemerdekaan, unsur-unsur dakwah disajikan dengan lebih halus dan tersamar. Yang menonjol justru berbagai persoalan keseharian masyarakat Sunda.

Dari sejumlah pengarang Sunda, terdapat beberapa nama kawentar yang kerap mengambil tradisi kehidupan pesantren sebagai inti tema cerita. Mereka di antaranya Moh Amri, Samsoedi, Tjaraka, Ki Umbara, Ahmad Bakri, Rahmatulloh Ading Afandi (RAF), dan Usep Romli HM. Tokoh-tokoh seperti kiai, haji, santri, pemuda kampung, penghulu, lurah, dan dukun merupakan tokoh-tokoh yang umum ditemui dalam karya mereka.

Santai

Ki Umbara yang piawai menggambarkan suasana batin masyarakat Sunda, bersama SA Hikmat, menulis roman Pahlawan-Pahlawan Ti Pasantren. Dia pun banyak menulis cerita saduran dari khazanah pesantren, seperti yang terkumpul dalam Nu Tareuneung dan Hamzah Singa Allah. Kisah-kisah perjuangan mempertahankan tauhid tersaji dalam karya Sempalan Tina Tareh.

Di tangan para pengarang Sunda, tema-tema keagamaan, termasuk penggambaran kultur tradisi kehidupan pesantren, sering ditampilkan secara santai, bahkan terkesan main-main. Ahmad Bakri adalah pengarang Sunda yang sangat digemari, selain produktivitasnya, juga karena keterampilannya dalam melukiskan kahirupan masyarakat kecil dengan begitu hidup, renyah, dan segar. Pengarang yang semasa mudanya pernah tolab elmu di pesantren ini tidak hanya menulis cerita pendek, tetapi juga cerita anak-anak dan beberapa roman atau novelet.

Jumlah karyanya yang telah dibukukan terbilang lumayan banyak. Karyanya yang terkenal di antaranya Payung Butut, Rajapati di Pananjung, Srangenge Surup Manten, Sudagar Batik, Mayit Dina Dahan Jengkol, Jurutulis Malingping, Ki Merebot, Dina Kalangkang Panjara, dan Dukun Lepus. Tema-tema keagamaan, seperti puasa, tarawih, zakat, dan Lebaran, dihidangkan dengan cara perilaku dan jalan pikiran orang kebanyakan.

Umpamanya, bagaimana orang sekampung tidak makan sahur karena pemuda kampung memboikot untuk tidak membangunkan mereka. Juga cerita beduk yang dipindahkan dari masjid ke atas bukit, sebagai protes karena dilarang ngadulag selama bulan puasa.

Dengan caranya yang santai, Ahmad Bakri yang karya-karyanya matak pogot dibacana sejatinya banyak melakukan kritik, misalnya terhadap penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan penghulu atau aparat desa. Kritiknya juga ditujukan kepada kaum menak sombong dan serakah, haji yang merasa benar sendiri, ustaz yang gila hormat, atau lurah yang ucapannya patojaiyah dengan kelakuannya. Kritiknya mengalir santai, tetapi menggelitik dan terkadang dibumbui unsur humor.

Wajah pesantren yang akrab dengan lingkungan sekitarnya tergambar pula dalam Dongeng Enteng ti Pasantren karya RAF. Meski ditulis dalam dekade 1960-an, cerita-cerita seputar pesantren ini memiliki kekuatan tersendiri. RAF bertutur bukan dengan pandangan orang luar, melainkan sebagai orang dalam yang tinggal di pesantren. Detail tentang kehidupan santri dan suasana pesantren terungkap dengan gamblang. Bagi yang pernah mondok di pesantren tradisional, membaca karya RAF tersebut seperti mengurai kembali kenangan lama.

Istilah Arab

Pengarang lain yang juga sering menggarap tradisi pesantren sebagai tema cerita adalah Usep Romli. Karya-karya pengarang pituin Limbangan, Garut, yang telah diterbitkan ini di antaranya Jiad Ajengan, Ceurik Santri, Bentang Pasantren, Dulag Nalaktak, Angin Janari, dan Paguneman jeung Fir’aun. Gambaran kondisi pesantren sederhana yang dikelilingi sawah, kolam, gunung, dan sungai seakan menjadi ikon keberadaan pesantren-pesantren tradisional di Tatar Sunda.

Dengan gayanya yang santai dan juga terkadang serius, Usep Romli sering mengutip dalil-dalil Al Quran dan hadits. Untuk menghidupkan ceritanya, ia kerap memasukkan istilah-istilah bahasa Arab. Maklumlah, selain pengarang, Usep Romli juga dipikawanoh sebagai mubalig dan pembimbing jemaah haji.

Sebagai sebuah subkultur dari kultur-kultur yang ada, posisi pesantren memang unik. Dari satu kesempatan obrolan dengan penyair teureuh Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Acep Zamzam Noor, terungkap bahwa pesantren memiliki sistem kehidupan tersendiri yang dijalankan kiai dengan keterlibatan masyarakat sekitar. Pesantren memiliki pertautan dengan kehidupan masyarakat dan melahirkan hubungan timbal balik.

Ketokohan kiai yang menjadi panutan pun tidak lahir begitu saja, tetapi ikut terlibat dalam pengembangan komunitas sosial masyarakat. Kiai tidak hanya dimintai pendapat tentang hal keagamaan, tetapi juga dalam soal tatanen, kesehatan, kesenian, ekonomi, dan sebagainya. Beragam keunikan, ciri kemandirian, dan kultur pesantren itu telah melahirkan berbagai karya sastra Sunda yang mengisahkan tradisi kehidupan pesantren dan memperkaya khazanah jagat sastra Sunda.

RAMELI AGAM Bergiat di Komunitas Celah Celah Langit, Kota Bandung.

Label

A Khoirul Anam A. Khoirul Anam A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A.C. Andre Tanama A.D. Zubairi A.S. Laksana Abd. Basid Abdul Aziz Abdul Aziz Rasjid Abdul Gaffar Abdul Hadi W.M. Abdul Rauf Singkil Abdul Rosyid Abdul Salam HS Abdul Wachid B.S. Abdullah Alawi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimardha Kurniawan Abu Nawas Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Ach. Tirmidzi Munahwan Achmad Faesol Adam Chiefni Adhitya Ramadhan Adi Mawardi Adian Husaini Aditya Ardi N Ady Amar Adzka Haniina Al Barri AF. Tuasikal Afrizal Malna Afrizal Qosim Agama Para Bajingan Aguk Irawan Mn Agus Buchori Agus Fahri Husein Agus Fathuddin Yusuf Agus R. Sarjono Agus Sulton Agus Sunyoto AH J Khuzaini Ahmad Anshori Ahmad Badrus Sholihin Ahmad Baso Ahmad Fatoni Ahmad Hadidul Fahmi Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Khotim Muzakka Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Muhli Junaidi Ahmad Syafii Maarif Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Tohari Ahmad Y. Samantho Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rohim Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Fatoni Akhmad Sahal Akhmad Taufiq Akhudiat Alang Khoiruddin Alang Khoirudin Ali Audah Ali Mahmudi CH Ali Rif’an Aliansyah Allamah Syaikh Dalhar Alvi Puspita AM Adhy Trisnanto Ami Herman Amien Wangsitalaja Amin Hasan Aminullah HA Noor Amir Hamzah Ammar Machmud Andri Awan Anindita S Thayf Aning Ayu Kusuma Anjar Nugroho Anjrah Lelono Broto Antari Setyowati Anwar Nuris Arafat Nur Ariany Isnamurti Arie MP Tamba Arie Yani Arif Hidayat Arif Saifudin Yudistira Arifin Hakim Arman AZ Arwan Asarpin Asef Umar Fakhruddin Asep Juanda Asep S. Bahri Asep Sambodja Asep Yayat Asif Trisnani Aswab Mahasin Atiqurrahman Awalludin GD Mualif Azizah Hefni Azwar Nazir B Kunto Wibisono Babe Derwan Badrut Tamam Gaffas Bale Aksara Bandung Mawardi Bastian Zulyeno Bayu Agustari Adha Beni Setia Benny Benke Berita Berita Duka Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Brunel University London Budaya Budi Darma Budi Hutasuhut Budiawan Dwi Santoso Buku Kritik Sastra Candra Adikara Irawan Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cawapres Jokowi Cerpen Chairil Anwar Chairul Abhsar Chairul Akhmad Chamim Kohari CNN Indonesia Cucuk Espe Cut Nanda A. D Zawawi Imron D. Dudu AR Dahta Gautama Damanhuri Zuhri Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Danarto Danuji Ahmad Dati Wahyuni Dea Anugrah Dea Ayu Ragilia Dede Kurniawan Dedik Priyanto Den Rasyidi Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Detti Febrina Dewi Kartika Dian Sukarno Dian Wahyu Kusuma Didi Purwadi Dien Makmur Din Saja Djasepudin Djauharul Bar Djoko Pitono Djoko Saryono DM Ningsih Doddy Hidayatullah Donny Syofyan Dr Afif Muhammad MA Dr. Simuh Dr. Yunasril Ali Dudi Rustandi Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi Rejeki Dyah Ratna Meta Novia E Tryar Dianto Ecep Heryadi Edeng Syamsul Ma’arif Edy A Effendi Edy Susanto EH Ismail Eka Budianta Ekky Malaky Eko Israhayu Ellie R. Noer Emha Ainun Nadjib Esai Esha Tegar Putra Evi Melyati Fachry Ali Fahmi Faqih Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Faizal Af Fajar Kurnianto Fanani Rahman Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Fazabinal Alim Festival Literasi Nusantara Festival Sastra Gresik Festival Teater Religi Forum Santri Nasional Fuad Mardhatillah UY Tiba Furqon Lapoa Fuska Sani Evani Geger Riyanto Ghufron Gola Gong Grathia Pitaloka Gugun El-Guyanie Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin Gus Dur Gus Muwaffiq Gusriyono Gusti Grehenson H Marjohan H. Usep Romli H.M. Habibullah Hadi Napster Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamid Jabbar Hamka Hammam Fathulloh Hamzah Fansuri Hamzah Sahal Hamzah Tualeka Zn Hanibal W.Y. Wijayanta Hanum Fitriah Haris del Hakim Harri Ash Shiddiqie Hartono Harimurti Hary B. Kori’un Hasan Basri Marwah Hasnan Bachtiar Hasyim Asy’ari Helmy Prasetya Hendra Makmur Hepi Andi Bastoni Heri Listianto Heri Ruslan Herry Lamongan Herry Nurdi Heru Kurniawan Hilmi Abedillah Hotnida Novita Sary Hudan Hidayat Husein Muhammad I Nyoman Suaka Ibn ‘Arabi (1165-1240) Ibn Rusyd Ibnu Sina Ibnu Wahyudi Idayati Ignas Kleden Ilham Khoiri Ilham Yusardi Imadi Daimah Ermasuri Imam Hamidi Antassalam Imam Khomeini Imam Nawawi Imam Nur Suharno Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Nasri Imron Tohari Indonesia O’Galelano Indra Kurniawan Indra Tjahyadi Inung As Irma Safitri Isbedy Stiawan Z.S. Istiyah Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar J Sumardianta Jadid Al Farisy Jalaluddin Jalaluddin Rakhmat Jamal Ma’mur Asmani Jamaluddin Mohammad Javed Paul Syatha Jaya Suprana Jember Gemar Membaca Jo Batara Surya Johan Wahyudi John Halmahera Joko Pinurbo Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Junaidi Jurnalisme Sastrawi Jusuf AN K. Muhamad Hakiki K.H. A. Azis Masyhuri K.H. Anwar Manshur K.H. M. Najib Muhammad K.H. Ma'ruf Amin Kabar Pesantren Kafiyatun Hasya Kanjeng Tok Kasnadi Kazzaini Ks KH Abdul Ghofur KH. Irfan Hielmy Khansa Arifah Adila Khoirul Anwar Khoirur Rizal Umami Khoshshol Fairuz Kiai Muzajjad Kiki Mikail Kitab Dalailul Khoirot Kodirun Komunitas Deo Gratias Koskow Kritik Sastra Kurniawan Kurtubi Kuswaidi Syafi’ie Kyai Maimun Zubair Lan Fang Larung Sastra Leila S. Chudori Linda S Priyatna Linda Sarmili Liza Wahyuninto Lukisan Potret K.H. Hasyim Asy'ari karya Rengga AP Lukman Asya Lukman Santoso Az M Arif Rohman Hakim M Hari Atmoko M Ismail M Thobroni M. Adnan Amal M. Al Mustafad M. Arwan Hamidi M. Bashori Muchsin M. Faizi M. Hadi Bashori M. Harir Muzakki M. Kanzul Fikri M. Mustafied M. Nurdin M. Yoesoef M. Yunis M.D. Atmaja M.H. Abid M.Harir Muzakki M.S. Nugroho M.Si M’Shoe Mahamuda Mahdi Idris Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahrus eL-Mawa Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mansur Muhammad Marhalim Zaini Maria Hartiningsih Marjohan Marsudi Fitro Wibowo Martin van Bruinessen Marzuki Wahid Marzuzak SY Masduri Mashuri Masjid Kordoba Masuki M. Astro Matroni Matroni el-Moezany Matroni Muserang Mbah Dalhar Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Miftahul Ulum Mila Novita Mochtar Lubis Moh. Ghufron Cholid Mohamad Salim Aljufri Mohammad Kh. Azad Mohammad Yamin Muh. Khamdan Muhajir Arrosyid Muhammad Abdullah Muhammad Affan Adzim Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Ali Fakih AR Muhammad Amin Muhammad Anta Kusuma Muhammad Ghannoe Muhammad Idrus Djoge Muhammad Itsbatun Najih Muhammad Kosim Muhammad Muhibbuddin Muhammad Mukhlisin Muhammad Quraish Shihab Muhammad Subhan Muhammad Wava Al-Hasani Muhammad Yasir Muhammad Yuanda Zara Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun AS Muhyiddin Mujtahid Muktamar Sastra Mulyadi SA Munawar A. Djalil Munawir Aziz Musa Ismail Musa Zainuddin Muslim Mustafa Ismail Mustami’ tanpa Nama Mustofa W Hasyim Musyafak Myrna Ratna N. Mursidi Nasaruddin Umar Nashih Nashrullah Naskah Teater Nasruli Chusna Nasrullah Thaleb Nelson Alwi Nevatuhella Ngarto Februana Nidia Zuraya Ninuk Mardiana Pambudy Nita Zakiyah Nizar Qabbani Nova Burhanuddin Noval Jubbek Nu’man ’Zeus’ Anggara Nur Fauzan Ahmad Nur Wahid Nurcholish Nurel Javissyarqi Nuruddin Al Indunissy Nurul Anam Orasi Budaya Pangeran Diponegoro Parimono V / 40 Plandi Jombang PC. Lesbumi NU Babat PDS H.B. Jassin Pesantren Tebuireng Pidato Politik Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang PonPes Ali bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan Pramoedya Ananta Toer Prof. Dr. Nur Syam Profil Ma'ruf Amin Prosa Puisi Puji Hartanto Puji Santosa Pungkit Wijaya Purwanto Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin PUstaka puJAngga Putera Maunaba Putu Fajar Arcana R. Ng. Ronggowarsito Radhar Panca Dahana Raedu Basha Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rakhmat Nur Hakim Ramadhan Alyafi Rameli Agam Rasanrasan Boengaketji Ratnaislamiati Raudal Tanjung Banua Reni Susanti Resensi Restoe Prawironegoro Ibrahim Retno HY Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Rinto Andriono Risa Umami Riyadhus Shalihin Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Rodli TL Rohman Abdullah S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Saifuddin Syadiri Saifudin Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Salahuddin Wahid Salamet Wahedi Salman Faris Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sandiaga Uno Sanggar Pasir Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Pesantren Sastrawan Pujangga Baru Satmoko Budi Santoso Satriwan Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra Boenga Ketjil Sihar Ramses Simatupang Sinopsis Siswanto Siswoyo Sita Planasari A Siti Muyassarotul Hafidzoh Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Slavoj Zizek Snouck Hugronje Sobih Adnan Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana St Sularto Suci Ayu Latifah Sufyan al Jawi Sugiarta Sriwibawa Sulaiman Djaya Sundari Sungatno Sunu Wasono Surya Lesmana Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susianna Susringah Sutan Iwan Soekri Munaf Sutan Takdir Alisjahbana Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suyanto Syaiful Amin Syaifullah Amin Syarif Hidayat Santoso Syeikh Abdul Maalik Syeikh Muhammad Nawawi Syekh Abdurrahman Shiddiq Syekh Sulaiman al Jazuli Syi'ir Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Theresia Purbandini Tiar Anwar Bachtiar Tjahjono Widijanto Tok Pulau Manis Toko Buku PUstaka puJAngga Tu-ngang Iskandar Turita Indah Setyani Umar Fauzi Ballah Uniawati Universitas Indonesia Universitas Jember Usep Romli H.M. Usman Arrumy UU Hamidy Viddy AD Daery Virdika Rizky Utama W.S. Rendra Wa Ode Zainab Zilullah Toresano Wahyu Aji Walid Syaikhun Wan Mohd. Shaghir Abdullah Warung Boengaketjil Wawan Eko Yulianto Wawancara Welly Adi Tirta Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Fei Hung Y Alpriyanti Yanti Mulatsih Yanuar Widodo Yanuar Yachya Yayuk Widiati Yeni Ratnaningsih Yohanes Sehandi Yopi Setia Umbara Yosi M Giri Yudhi Fachrudin Yudi Latif Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusuf Suharto Zaenal Abidin Riam Zainal Arifin Thoha Zainuddin Sugendal Zakki Amali Zehan Zareez