Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)
Tampilkan postingan dengan label Kabar Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Pesantren. Tampilkan semua postingan
Jumat, 24 Juli 2020
Jumat, 11 Oktober 2019
Santri Nuris Ikuti Festival Literasi Nusantara “Jember Gemar Membaca” di UNEJ
Faizal Af
Datangkan Empat Narasumber dari Penyair Timur Jawa, Unej Gelar Festival Literasi Nusantara.
Datangkan Empat Narasumber dari Penyair Timur Jawa, Unej Gelar Festival Literasi Nusantara.
Rabu, 10 Juli 2013
Sastra Pesantren, Sastra Dakwah
Ahmad Tohari *
www.nu.or.id, 22/12/2012
Sastra pesantren adalah istilah baru yang mungkin dimaksudkan untuk menyebut karya sastra yang hidup dan diciptakan kalangan pesantren, atau karya sastra yang bermuatan misi dakwah.
Apabila pembatasan ini benar, maka sastra pesantren sesungguhnya sudah hadir sejak masuknya Islam di Indonesia sekitar abad ke-12, sekaligus merupakan bagian tak terpisahkan dari sastra Indonesia.
www.nu.or.id, 22/12/2012
Sastra pesantren adalah istilah baru yang mungkin dimaksudkan untuk menyebut karya sastra yang hidup dan diciptakan kalangan pesantren, atau karya sastra yang bermuatan misi dakwah.
Apabila pembatasan ini benar, maka sastra pesantren sesungguhnya sudah hadir sejak masuknya Islam di Indonesia sekitar abad ke-12, sekaligus merupakan bagian tak terpisahkan dari sastra Indonesia.
Humor Pesantren dan Gus Dur
H. Usep Romli H.M. *
www.nu.or.id 27/09/2012
KH Abdurrahman Wahid terkenal sebagai kiai humoris. Di mana-mana ia menebar humor. Saat mengobrol santai, mengisi acara diskusi atau seminar serius, selalu saja menyelipkan humor-humor yang membuat semua pendengar tertawa, atau minimal senyum simpul.
www.nu.or.id 27/09/2012
KH Abdurrahman Wahid terkenal sebagai kiai humoris. Di mana-mana ia menebar humor. Saat mengobrol santai, mengisi acara diskusi atau seminar serius, selalu saja menyelipkan humor-humor yang membuat semua pendengar tertawa, atau minimal senyum simpul.
Minggu, 14 April 2013
Dinamika Sastra Pop Pesantren
Linda S Priyatna
Suara Karya, 30 Maret 2013
SECARA kualitatif, dinamika sastra pesantren bisa kita analisis. Salah satunya adalah melalui pelbagai macam perubahan serta pergeseran corak orientasi paradigmatik yang menjadi substansi dalam karya sastra yang bersangkutan. Maka, bertambahlah ‘spesies’ baru, khazanah sastra pesantren mutakhir; sastra pop pesantren dan sastra pesantren yang subversif. Keberadaan dua spesies baru ini tidak hanya melengkapi dan menemani kanon sastra pesantren yang sudah ada, tetapi juga di banyak sisi menyimpan suatu potensi dialektis dan kritis baginya; intertextual clash (benturan intertekstual).
Suara Karya, 30 Maret 2013
SECARA kualitatif, dinamika sastra pesantren bisa kita analisis. Salah satunya adalah melalui pelbagai macam perubahan serta pergeseran corak orientasi paradigmatik yang menjadi substansi dalam karya sastra yang bersangkutan. Maka, bertambahlah ‘spesies’ baru, khazanah sastra pesantren mutakhir; sastra pop pesantren dan sastra pesantren yang subversif. Keberadaan dua spesies baru ini tidak hanya melengkapi dan menemani kanon sastra pesantren yang sudah ada, tetapi juga di banyak sisi menyimpan suatu potensi dialektis dan kritis baginya; intertextual clash (benturan intertekstual).
Rabu, 19 Desember 2012
Buah Tin dan Sejuta Manfaatnya
Didi Purwadi
Republika, 23 Agu 2011
Buah Tin. Namanya mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Di dalam Al-Qur'an pun terdapat surat tentang buah ini. Tetapi kita jarang atau bahkan belum melihat buahnya. Di Indonesia memang masih segelintir orang yang mencoba mengembangbiakannya.
Jika anda pergi ke Jakarta Timur, ada salah satu tempat pembibitan buah tin. Bertempat di jalan Cipinang Jaya no. 17, tempat pembibitan ini mengembangbiakan bermacam-macam pohon tin. Tempat ini juga menyelenggarakan kursus dan penyuluhan penanaman pohon tin.
Republika, 23 Agu 2011
Buah Tin. Namanya mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Di dalam Al-Qur'an pun terdapat surat tentang buah ini. Tetapi kita jarang atau bahkan belum melihat buahnya. Di Indonesia memang masih segelintir orang yang mencoba mengembangbiakannya.
Jika anda pergi ke Jakarta Timur, ada salah satu tempat pembibitan buah tin. Bertempat di jalan Cipinang Jaya no. 17, tempat pembibitan ini mengembangbiakan bermacam-macam pohon tin. Tempat ini juga menyelenggarakan kursus dan penyuluhan penanaman pohon tin.
Senin, 14 Mei 2012
Kritik Tajam Negara Yahudi, Sastrawan Jerman Dilarang ke Israel
http://www.analisadaily.com/
KRITIKAN tajam yang dilontarkan Guenter Grass kepada Israel dalam prosanya berjudul What Must Be Said membuat Peraih Nobel Sastra asal Jerman itu dikenakan persona non grata atau dilarang masuk ke negara Yahudi tersebut.
Larangan itu dikeluarkan otoritas Israel pada Minggu 8 Maret. Grass melalui tulisannya dinilai telah membuat hubungan kedua negara masuk ke dalam tahap yang “berbahaya”, bahkan jauh lebih berbahaya dari Iran.
KRITIKAN tajam yang dilontarkan Guenter Grass kepada Israel dalam prosanya berjudul What Must Be Said membuat Peraih Nobel Sastra asal Jerman itu dikenakan persona non grata atau dilarang masuk ke negara Yahudi tersebut.
Larangan itu dikeluarkan otoritas Israel pada Minggu 8 Maret. Grass melalui tulisannya dinilai telah membuat hubungan kedua negara masuk ke dalam tahap yang “berbahaya”, bahkan jauh lebih berbahaya dari Iran.
Senin, 26 Maret 2012
Wawancara Imam Khomeini: Islam Anti Kediktatoran
(Sumber: Shahifeh-e Nur, jld. 5, hlm. 519-522)
[Terjemahan wawancara dinukil dari Kantor Berita Shabestan]
http://abna.ir/
Jika Anda melihat pemerintahan Islam, Anda akan temukan bahwa kediktatoran sama sekali tidak memiliki tempat dalam Islam.
Imam Khomeini: Islam Anti Kediktatoran
[Terjemahan wawancara dinukil dari Kantor Berita Shabestan]
http://abna.ir/
Jika Anda melihat pemerintahan Islam, Anda akan temukan bahwa kediktatoran sama sekali tidak memiliki tempat dalam Islam.
Imam Khomeini: Islam Anti Kediktatoran
Minggu, 25 Maret 2012
Sejarah darussalam (Pondok Pesantren Darussalam, Ciamis)
Pondok Pesantren Darussalam didirikan pada tahun 1929 oleh Kyai Ahmad Fadlil (al-marhum) di atas sebidang tanah wakaf dari suami isteri Mas Astapradja dan Siti Hasanah. Pesantren ini terletak di sebuah desa, tepatnya di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis jawa Barat. Pada saat didirikannya, pesantren ini baru memiliki sebuah rumah tempat tinggal kiai, sebuah mesjid dan sebuah asrama (pondok) yang sangat sederhana.
Dubes Jepang Kunjungi Pontren Darussalam Ciamis
http://www.pikiran-rakyat.com/node/139696
Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Mr. Kojiro Shiojiri menyatakan, terjadinya bencana alam gempa yang disusul dengan gelombang pasang tsunami tidak berpengaruh terhadap kerjasama bidang pendidikan. Dengan demikian program yang direncanakan tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
‘’Memang kami dilanda bencana alam gempa dan tsunami, akan tetapi hal tersebut tidak begitu mempengaruhi kerjasama bidang pendidikan. Sektor pendidikan tetap harus mendapatkan perhatian,’’ ungkapnya, saat melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Darussalam Kabupaten Ciamis, Senin (28/3).
Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Mr. Kojiro Shiojiri menyatakan, terjadinya bencana alam gempa yang disusul dengan gelombang pasang tsunami tidak berpengaruh terhadap kerjasama bidang pendidikan. Dengan demikian program yang direncanakan tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
‘’Memang kami dilanda bencana alam gempa dan tsunami, akan tetapi hal tersebut tidak begitu mempengaruhi kerjasama bidang pendidikan. Sektor pendidikan tetap harus mendapatkan perhatian,’’ ungkapnya, saat melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Darussalam Kabupaten Ciamis, Senin (28/3).
KH. Irfan Hielmy, Ulama Besar Teladan dari Ponpes Darussalam Ciamis
http://www.ciamismanis.com/
KH. Irfan Hielmy lahir di Ciamis, 25 Desember 1933 dan dikenal sebagai kiai moderat yang teguh memegang prinsip dan selalu menekankan kepada para santrinya untuk menuntut ilmu, dimana saja, dari siapa saja agar memiliki wawasan yang luas. Sesepuh Kabupaten Ciamis yang juga pengasuh Ponpes Darussalam Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis ini wafat 18 Mei 2010 pukul 06.15 WIB pada usia 79 tahun.
KH. Irfan Hielmy lahir di Ciamis, 25 Desember 1933 dan dikenal sebagai kiai moderat yang teguh memegang prinsip dan selalu menekankan kepada para santrinya untuk menuntut ilmu, dimana saja, dari siapa saja agar memiliki wawasan yang luas. Sesepuh Kabupaten Ciamis yang juga pengasuh Ponpes Darussalam Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis ini wafat 18 Mei 2010 pukul 06.15 WIB pada usia 79 tahun.
PESANTREN DARUSSALAM CIAMIS, BERMULA DARI KESEDERHANAAN
Diposting oleh KH. Irfan Hielmy
Bila kita telusuri jalan utama kota Ciamis - Jawa Barat menuju arah timur, hingga ke luar kota Ciamis, di sana banyak terdapat pondok pesantren. Sejalan dengan pertumbuhan kota Ciamis, seolah tak mau ketinggalan dengan perkembangan modernisasi, banyak pondok pesantren berbenah diri.
Tak jauh dari jalan utama, persisnya di desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Jl. K.H. Ahmad Fadlil I, Kota CIamis, dapat kita jumpai Pondok Pesantren Darussalam yang megah dan selalu menjadi pilihan para orang tua yang menginginkan anaknya sekolah di lembaga pendidikan agama.
Bila kita telusuri jalan utama kota Ciamis - Jawa Barat menuju arah timur, hingga ke luar kota Ciamis, di sana banyak terdapat pondok pesantren. Sejalan dengan pertumbuhan kota Ciamis, seolah tak mau ketinggalan dengan perkembangan modernisasi, banyak pondok pesantren berbenah diri.
Tak jauh dari jalan utama, persisnya di desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Jl. K.H. Ahmad Fadlil I, Kota CIamis, dapat kita jumpai Pondok Pesantren Darussalam yang megah dan selalu menjadi pilihan para orang tua yang menginginkan anaknya sekolah di lembaga pendidikan agama.
Pesantren Darussalam Menuju Pesantren Berkualitas Internasional
Pondok Pesantren Darussalam Ciamis - Jawa Barat
www.republika.co.id
Demi mewujudkannya, mulai tahun ajaran 2008/2009 pesantren mengadopsi konsep sekolah sehari penuh (full day school) dan mengubah metode pengajaran pada kurikulum berbasis kompetensi (KBK).
Memasuki lingkungan Pesantren Modern Darussalam di Desa Pamalayan Kec Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, udara sejuk langsung menyergap. Pepohonan rindang memayungi pesantren tertua di Ciamis itu, yang kini menjadi salah satu “supermarket” pendidikan Islam terlengkap di kabupaten itu.
www.republika.co.id
Demi mewujudkannya, mulai tahun ajaran 2008/2009 pesantren mengadopsi konsep sekolah sehari penuh (full day school) dan mengubah metode pengajaran pada kurikulum berbasis kompetensi (KBK).
Memasuki lingkungan Pesantren Modern Darussalam di Desa Pamalayan Kec Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, udara sejuk langsung menyergap. Pepohonan rindang memayungi pesantren tertua di Ciamis itu, yang kini menjadi salah satu “supermarket” pendidikan Islam terlengkap di kabupaten itu.
Sejarah Pesantren Darussalam Ciamis
Indra Kurniawan
http://fdj-indrakurniawan.blogspot.com/
Ihwal kebersahajaan dan kesederhanaan Pesantren Darussalam ternyata sama tuanya dengan sejarah pesantren ini. Nun di paruh 1929, Kiai Haji Ahmad Fadlil (meninggal tahun 1950), ayahanda K.H. Irfan Hielmy, memulai kisah kebersahajaan dengan sebuah masjid dan sebuah bilik sebagai asrama. Santri yang pertama kali mondok adalah pemuda-pemuda setempat yang tidak saja diajari ilmu-ilmu agama tetapi diajak mengolah sawah, bercocok tanam, dan diberi contoh bagaimana memelihara bilik dan memakmurkan masjid. Pesantren Tjidewa, sebutan untuk komunitas baru itu, dengan cepat mendapat simpati serta dukungan dari masyarakat sekitar lebih banyak lagi santri yang mondok.
http://fdj-indrakurniawan.blogspot.com/
Ihwal kebersahajaan dan kesederhanaan Pesantren Darussalam ternyata sama tuanya dengan sejarah pesantren ini. Nun di paruh 1929, Kiai Haji Ahmad Fadlil (meninggal tahun 1950), ayahanda K.H. Irfan Hielmy, memulai kisah kebersahajaan dengan sebuah masjid dan sebuah bilik sebagai asrama. Santri yang pertama kali mondok adalah pemuda-pemuda setempat yang tidak saja diajari ilmu-ilmu agama tetapi diajak mengolah sawah, bercocok tanam, dan diberi contoh bagaimana memelihara bilik dan memakmurkan masjid. Pesantren Tjidewa, sebutan untuk komunitas baru itu, dengan cepat mendapat simpati serta dukungan dari masyarakat sekitar lebih banyak lagi santri yang mondok.
Minggu, 05 Februari 2012
LIGA MUSLIM SEDUNIA: Tantangan Terberat Dunia Islam adalah Campur Tangan Asing
http://saripedia.wordpress.com/
Rabithah Alam Islami atau Liga Muslim Sedunia adalah organisasi Islam Internasional Terbesar yang berdiri di Makkah Al-Mukarommah pada 14 Zulhijjah 1381 H/Mei 1962 M oleh 22 Negara Islam. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengelompokkanya sebagai organisasi non pemerintah dan termasuk anggota UNESCO serta anggota pengamat OKI (Organisasi Konperensi Islam).
Rabithah Alam Islami atau Liga Muslim Sedunia adalah organisasi Islam Internasional Terbesar yang berdiri di Makkah Al-Mukarommah pada 14 Zulhijjah 1381 H/Mei 1962 M oleh 22 Negara Islam. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengelompokkanya sebagai organisasi non pemerintah dan termasuk anggota UNESCO serta anggota pengamat OKI (Organisasi Konperensi Islam).
Jumat, 23 Desember 2011
Agus Sunyoto: Pesantren Jaga Identitas Bangsa
http://www.nu.or.id/
Budayawan dan sejarawan Agus Sunyoto berharap komunitas yang berbasis pada pesantren perlu dijaga eksistensinya agar tidak tergerus oleh kejamnya zaman. Hal ini lantaran “pesantren sejak lama telah menjaga identitas bangsa Indonesia,” katanya.
Ia berharap agar kontinuitas berkarya dan sosialisasi oleh berbagai komunitas ini ke pesantren-pesantren di pelosok negeri ini terus dikembangkan dalam rangka menjaga eksistensi lembaga pendidikan dan kebudayaan tertua di nusantara ini.
Budayawan dan sejarawan Agus Sunyoto berharap komunitas yang berbasis pada pesantren perlu dijaga eksistensinya agar tidak tergerus oleh kejamnya zaman. Hal ini lantaran “pesantren sejak lama telah menjaga identitas bangsa Indonesia,” katanya.
Ia berharap agar kontinuitas berkarya dan sosialisasi oleh berbagai komunitas ini ke pesantren-pesantren di pelosok negeri ini terus dikembangkan dalam rangka menjaga eksistensi lembaga pendidikan dan kebudayaan tertua di nusantara ini.
Kalau mau Bersastra Jadilah Orang NU
http://www.wahidinstitute.org/
Tidak terasa tiga hari sudah mengikuti acara Liburan Sastra di Pesantren yang digelar Komunitas Matapena, Yogyakarta. Namun puluhan peserta acara, yang terdiri dari pegiat seni di pesantren dan umum, tetap bersemangat.
Salah satu sebabnya, acara yang yang berisi pelatihan menulis kreatif dan mengapresiasi sastra ini digelar di Pesantren Kali Opak LKiS Jogjakarta. Lokasinya persis di pinggiran Kali Opak yang memanjang di kawasan Timur Jogja.
Tidak terasa tiga hari sudah mengikuti acara Liburan Sastra di Pesantren yang digelar Komunitas Matapena, Yogyakarta. Namun puluhan peserta acara, yang terdiri dari pegiat seni di pesantren dan umum, tetap bersemangat.
Salah satu sebabnya, acara yang yang berisi pelatihan menulis kreatif dan mengapresiasi sastra ini digelar di Pesantren Kali Opak LKiS Jogjakarta. Lokasinya persis di pinggiran Kali Opak yang memanjang di kawasan Timur Jogja.
Rabu, 09 November 2011
Hukum Suap yang Membuat Cemas
Hanibal W.Y. Wijayanta, Adi Mawardi, Syaiful Amin
http://majalah.tempointeraktif.com/
KIAI Haji Aziz Masyhuri kelihatan susah payah mengendalikan keadaan. Belum lagi pemimpin sidang komisi bahtsul masail diniyah (pembahasan masalah agama) dalam Muktamar NU ke-31 itu selesai mengundang peserta untuk menyampaikan pendapat, belasan kiai spontan berdiri sambil menyingsingkan sarung. Kitab kuning ditenteng. Tangan-tangan dinaikkan. Mereka siap menyambar satu-satunya mikrofon di Aula Jeddah Asrama Haji Boyolali itu. Yang satu belum usai bicara, yang lain sudah merenggut mikrofon dengan bersemangat dan langsung bicara lantang. Selasa pekan lalu, aula yang sanggup menampung 600 orang itu terasa sempit dan panas dijejali lebih dari 700 orang.
http://majalah.tempointeraktif.com/
KIAI Haji Aziz Masyhuri kelihatan susah payah mengendalikan keadaan. Belum lagi pemimpin sidang komisi bahtsul masail diniyah (pembahasan masalah agama) dalam Muktamar NU ke-31 itu selesai mengundang peserta untuk menyampaikan pendapat, belasan kiai spontan berdiri sambil menyingsingkan sarung. Kitab kuning ditenteng. Tangan-tangan dinaikkan. Mereka siap menyambar satu-satunya mikrofon di Aula Jeddah Asrama Haji Boyolali itu. Yang satu belum usai bicara, yang lain sudah merenggut mikrofon dengan bersemangat dan langsung bicara lantang. Selasa pekan lalu, aula yang sanggup menampung 600 orang itu terasa sempit dan panas dijejali lebih dari 700 orang.
Menimbang Sejarah dan Ajaran Tarekat
Judul buku : Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf
Penulis : K.H. A. Aziz Masyhuri
Cet. I : Juli 2011
Tebal : xx+ 338 halaman (termasuk daftar pustaka)
Penerbit : IMTIYAZ Surabaya
Peresensi : Yusuf Suharto
http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/
Buku berjudul Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf ini adalah salah satu karya penting Kiai Abdul Aziz Masyhuri dalam kajian tentang tarekat setelah bukunya Permasalahan Thariqah Hasil Kesepakatan Muktamar dan Musyawarah Besar Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah Nahdlatul Ulama 1957-2005 diterbitkan pada 2006 lalu.
Penulis : K.H. A. Aziz Masyhuri
Cet. I : Juli 2011
Tebal : xx+ 338 halaman (termasuk daftar pustaka)
Penerbit : IMTIYAZ Surabaya
Peresensi : Yusuf Suharto
http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/
Buku berjudul Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf ini adalah salah satu karya penting Kiai Abdul Aziz Masyhuri dalam kajian tentang tarekat setelah bukunya Permasalahan Thariqah Hasil Kesepakatan Muktamar dan Musyawarah Besar Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah Nahdlatul Ulama 1957-2005 diterbitkan pada 2006 lalu.
MENGUAK TRADISI MENULIS PESANTREN
K.H. A. Azis Masyhuri
http://sastra-indonesia.com/
Indahnya Menuangkan Gagasan dalam Tulisan
“Menulis adalah sebuah eksotisme, bahkan membuat segala sesuatu menjadi indah”. Begitulah kata Tahar Ben Jelloun. Dan memang aktifitas menulis pada dasarnya merupakan salah satu pilihan berkreatifitas yang cukup menantang dalam rangka aktualisasi diri bagi mereka yang bergelut dengan dunia pengetahuan dan intelektualitas. Termasuk di dalamnya masyarakat pesantren, yang sejak awal sejarahnya memang memfokuskan diri pada kajian keislaman. Dalam konteks ini, setidaknya ada dua alasan penting mengapa aktifitas menulis menjadi hal yang menarik.
http://sastra-indonesia.com/
Indahnya Menuangkan Gagasan dalam Tulisan
“Menulis adalah sebuah eksotisme, bahkan membuat segala sesuatu menjadi indah”. Begitulah kata Tahar Ben Jelloun. Dan memang aktifitas menulis pada dasarnya merupakan salah satu pilihan berkreatifitas yang cukup menantang dalam rangka aktualisasi diri bagi mereka yang bergelut dengan dunia pengetahuan dan intelektualitas. Termasuk di dalamnya masyarakat pesantren, yang sejak awal sejarahnya memang memfokuskan diri pada kajian keislaman. Dalam konteks ini, setidaknya ada dua alasan penting mengapa aktifitas menulis menjadi hal yang menarik.
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
A Khoirul Anam
A. Khoirul Anam
A. Mustofa Bisri
A. Qorib Hidayatullah
A.C. Andre Tanama
A.D. Zubairi
A.S. Laksana
Abd. Basid
Abdul Aziz
Abdul Aziz Rasjid
Abdul Gaffar
Abdul Hadi W.M.
Abdul Rauf Singkil
Abdul Rosyid
Abdul Salam HS
Abdul Wachid B.S.
Abdullah Alawi
Abdurrahman Wahid
Abidah El Khalieqy
Abimardha Kurniawan
Abu Nawas
Acep Iwan Saidi
Acep Zamzam Noor
Ach. Tirmidzi Munahwan
Achmad Faesol
Adam Chiefni
Adhitya Ramadhan
Adi Mawardi
Adian Husaini
Aditya Ardi N
Ady Amar
Adzka Haniina Al Barri
AF. Tuasikal
Afrizal Malna
Afrizal Qosim
Agama Para Bajingan
Aguk Irawan Mn
Agus Buchori
Agus Fahri Husein
Agus Fathuddin Yusuf
Agus R. Sarjono
Agus Sulton
Agus Sunyoto
AH J Khuzaini
Ahmad Anshori
Ahmad Badrus Sholihin
Ahmad Baso
Ahmad Fatoni
Ahmad Hadidul Fahmi
Ahmad Kekal Hamdani
Ahmad Khotim Muzakka
Ahmad Maltup SA
Ahmad Muchlish Amrin
Ahmad Muhli Junaidi
Ahmad Syafii Maarif
Ahmad Syauqi Sumbawi
Ahmad Tohari
Ahmad Y. Samantho
Ahmad Zaini
Ahmadun Yosi Herfanda
Ainur Rohim
Ajip Rosidi
Akhiriyati Sundari
Akhmad Fatoni
Akhmad Sahal
Akhmad Taufiq
Akhudiat
Alang Khoiruddin
Alang Khoirudin
Ali Audah
Ali Mahmudi CH
Ali Rif’an
Aliansyah
Allamah Syaikh Dalhar
Alvi Puspita
AM Adhy Trisnanto
Ami Herman
Amien Wangsitalaja
Amin Hasan
Aminullah HA Noor
Amir Hamzah
Ammar Machmud
Andri Awan
Anindita S Thayf
Aning Ayu Kusuma
Anjar Nugroho
Anjrah Lelono Broto
Antari Setyowati
Anwar Nuris
Arafat Nur
Ariany Isnamurti
Arie MP Tamba
Arie Yani
Arif Hidayat
Arif Saifudin Yudistira
Arifin Hakim
Arman AZ
Arwan
Asarpin
Asef Umar Fakhruddin
Asep Juanda
Asep S. Bahri
Asep Sambodja
Asep Yayat
Asif Trisnani
Aswab Mahasin
Atiqurrahman
Awalludin GD Mualif
Azizah Hefni
Azwar Nazir
B Kunto Wibisono
Babe Derwan
Badrut Tamam Gaffas
Bale Aksara
Bandung Mawardi
Bastian Zulyeno
Bayu Agustari Adha
Beni Setia
Benny Benke
Berita
Berita Duka
Berthold Damshauser
Binhad Nurrohmat
Brunel University London
Budaya
Budi Darma
Budi Hutasuhut
Budiawan Dwi Santoso
Buku Kritik Sastra
Candra Adikara Irawan
Capres dan Cawapres 2019
Catatan
Cawapres Jokowi
Cerpen
Chairil Anwar
Chairul Abhsar
Chairul Akhmad
Chamim Kohari
CNN Indonesia
Cucuk Espe
Cut Nanda A.
D Zawawi Imron
D. Dudu AR
Dahta Gautama
Damanhuri Zuhri
Damhuri Muhammad
Dami N. Toda
Damiri Mahmud
Danarto
Danuji Ahmad
Dati Wahyuni
Dea Anugrah
Dea Ayu Ragilia
Dede Kurniawan
Dedik Priyanto
Den Rasyidi
Deni Jazuli
Denny JA
Denny Mizhar
Detti Febrina
Dewi Kartika
Dian Sukarno
Dian Wahyu Kusuma
Didi Purwadi
Dien Makmur
Din Saja
Djasepudin
Djauharul Bar
Djoko Pitono
Djoko Saryono
DM Ningsih
Doddy Hidayatullah
Donny Syofyan
Dr Afif Muhammad MA
Dr. Simuh
Dr. Yunasril Ali
Dudi Rustandi
Dwi Fitria
Dwi Pranoto
Dwi Rejeki
Dyah Ratna Meta Novia
E Tryar Dianto
Ecep Heryadi
Edeng Syamsul Ma’arif
Edy A Effendi
Edy Susanto
EH Ismail
Eka Budianta
Ekky Malaky
Eko Israhayu
Ellie R. Noer
Emha Ainun Nadjib
Esai
Esha Tegar Putra
Evi Melyati
Fachry Ali
Fahmi Faqih
Fahrudin Nasrulloh
Faisal Kamandobat
Faizal Af
Fajar Kurnianto
Fanani Rahman
Fatah Yasin Noor
Fathurrahman Karyadi
Fazabinal Alim
Festival Literasi Nusantara
Festival Sastra Gresik
Festival Teater Religi
Forum Santri Nasional
Fuad Mardhatillah UY Tiba
Furqon Lapoa
Fuska Sani Evani
Geger Riyanto
Ghufron
Gola Gong
Grathia Pitaloka
Gugun El-Guyanie
Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin
Gus Dur
Gus Muwaffiq
Gusriyono
Gusti Grehenson
H Marjohan
H. Usep Romli H.M.
Habibullah
Hadi Napster
Halimi Zuhdy
Hamdy Salad
Hamid Jabbar
Hamka
Hammam Fathulloh
Hamzah Fansuri
Hamzah Sahal
Hamzah Tualeka Zn
Hanibal W.Y. Wijayanta
Hanum Fitriah
Haris del Hakim
Harri Ash Shiddiqie
Hartono Harimurti
Hary B. Kori’un
Hasan Basri Marwah
Hasnan Bachtiar
Hasyim Asy’ari
Helmy Prasetya
Hendra Makmur
Hepi Andi Bastoni
Heri Listianto
Heri Ruslan
Herry Lamongan
Herry Nurdi
Heru Kurniawan
Hilmi Abedillah
Hotnida Novita Sary
Hudan Hidayat
Husein Muhammad
I Nyoman Suaka
Ibn ‘Arabi (1165-1240)
Ibn Rusyd
Ibnu Sina
Ibnu Wahyudi
Idayati
Ignas Kleden
Ilham Khoiri
Ilham Yusardi
Imadi Daimah Ermasuri
Imam Hamidi Antassalam
Imam Khomeini
Imam Nawawi
Imam Nur Suharno
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Imron Nasri
Imron Tohari
Indonesia O’Galelano
Indra Kurniawan
Indra Tjahyadi
Inung As
Irma Safitri
Isbedy Stiawan Z.S.
Istiyah
Iwan Kurniawan
Iwan Nurdaya Djafar
J Sumardianta
Jadid Al Farisy
Jalaluddin
Jalaluddin Rakhmat
Jamal Ma’mur Asmani
Jamaluddin Mohammad
Javed Paul Syatha
Jaya Suprana
Jember Gemar Membaca
Jo Batara Surya
Johan Wahyudi
John Halmahera
Joko Pinurbo
Joko Widodo
Joni Ariadinata
Jual Buku Paket Hemat
Junaidi
Jurnalisme Sastrawi
Jusuf AN
K. Muhamad Hakiki
K.H. A. Azis Masyhuri
K.H. Anwar Manshur
K.H. M. Najib Muhammad
K.H. Ma'ruf Amin
Kabar Pesantren
Kafiyatun Hasya
Kanjeng Tok
Kasnadi
Kazzaini Ks
KH Abdul Ghofur
KH. Irfan Hielmy
Khansa Arifah Adila
Khoirul Anwar
Khoirur Rizal Umami
Khoshshol Fairuz
Kiai Muzajjad
Kiki Mikail
Kitab Dalailul Khoirot
Kodirun
Komunitas Deo Gratias
Koskow
Kritik Sastra
Kurniawan
Kurtubi
Kuswaidi Syafi’ie
Kyai Maimun Zubair
Lan Fang
Larung Sastra
Leila S. Chudori
Linda S Priyatna
Linda Sarmili
Liza Wahyuninto
Lukisan Potret K.H. Hasyim Asy'ari karya Rengga AP
Lukman Asya
Lukman Santoso Az
M Arif Rohman Hakim
M Hari Atmoko
M Ismail
M Thobroni
M. Adnan Amal
M. Al Mustafad
M. Arwan Hamidi
M. Bashori Muchsin
M. Faizi
M. Hadi Bashori
M. Harir Muzakki
M. Kanzul Fikri
M. Mustafied
M. Nurdin
M. Yoesoef
M. Yunis
M.D. Atmaja
M.H. Abid
M.Harir Muzakki
M.S. Nugroho
M.Si
M’Shoe
Mahamuda
Mahdi Idris
Mahendra Cipta
Mahmud Jauhari Ali
Mahrus eL-Mawa
Mahwi Air Tawar
Malkan Junaidi
Maman S. Mahayana
Mansur Muhammad
Marhalim Zaini
Maria Hartiningsih
Marjohan
Marsudi Fitro Wibowo
Martin van Bruinessen
Marzuki Wahid
Marzuzak SY
Masduri
Mashuri
Masjid Kordoba
Masuki M. Astro
Matroni
Matroni el-Moezany
Matroni Muserang
Mbah Dalhar
Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia
MG. Sungatno
Mh Zaelani Tammaka
Miftahul Ulum
Mila Novita
Mochtar Lubis
Moh. Ghufron Cholid
Mohamad Salim Aljufri
Mohammad Kh. Azad
Mohammad Yamin
Muh. Khamdan
Muhajir Arrosyid
Muhammad Abdullah
Muhammad Affan Adzim
Muhammad Al-Fayyadl
Muhammad Ali Fakih AR
Muhammad Amin
Muhammad Anta Kusuma
Muhammad Ghannoe
Muhammad Idrus Djoge
Muhammad Itsbatun Najih
Muhammad Kosim
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Mukhlisin
Muhammad Quraish Shihab
Muhammad Subhan
Muhammad Wava Al-Hasani
Muhammad Yasir
Muhammad Yuanda Zara
Muhammad Zuriat Fadil
Muhammadun AS
Muhyiddin
Mujtahid
Muktamar Sastra
Mulyadi SA
Munawar A. Djalil
Munawir Aziz
Musa Ismail
Musa Zainuddin
Muslim
Mustafa Ismail
Mustami’ tanpa Nama
Mustofa W Hasyim
Musyafak
Myrna Ratna
N. Mursidi
Nasaruddin Umar
Nashih Nashrullah
Naskah Teater
Nasruli Chusna
Nasrullah Thaleb
Nelson Alwi
Nevatuhella
Ngarto Februana
Nidia Zuraya
Ninuk Mardiana Pambudy
Nita Zakiyah
Nizar Qabbani
Nova Burhanuddin
Noval Jubbek
Nu’man ’Zeus’ Anggara
Nur Fauzan Ahmad
Nur Wahid
Nurcholish
Nurel Javissyarqi
Nuruddin Al Indunissy
Nurul Anam
Orasi Budaya
Pangeran Diponegoro
Parimono V / 40 Plandi Jombang
PC. Lesbumi NU Babat
PDS H.B. Jassin
Pesantren Tebuireng
Pidato
Politik
Pondok Pesantren Al-Madienah
Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang
PonPes Ali bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan
Pramoedya Ananta Toer
Prof. Dr. Nur Syam
Profil Ma'ruf Amin
Prosa
Puisi
Puji Hartanto
Puji Santosa
Pungkit Wijaya
Purwanto
Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin
PUstaka puJAngga
Putera Maunaba
Putu Fajar Arcana
R. Ng. Ronggowarsito
Radhar Panca Dahana
Raedu Basha
Rahmat Sudirman
Rahmat Sularso Nh
Rakai Lukman
Rakhmat Giryadi
Rakhmat Nur Hakim
Ramadhan Alyafi
Rameli Agam
Rasanrasan Boengaketji
Ratnaislamiati
Raudal Tanjung Banua
Reni Susanti
Resensi
Restoe Prawironegoro Ibrahim
Retno HY
Riadi Ngasiran
Ribut Wijoto
Ridwan Munawwar
Rinto Andriono
Risa Umami
Riyadhus Shalihin
Riza Multazam Luthfy
Robin Al Kautsar
Rodli TL
Rohman Abdullah
S Yoga
S. Jai
S.W. Teofani
Sabrank Suparno
Sahaya Santayana
Saifuddin Syadiri
Saifudin
Saiful Amin Ghofur
Sainul Hermawan
Sajak
Salahuddin Wahid
Salamet Wahedi
Salman Faris
Salman Rusydie Anwar
Samsudin Adlawi
Sandiaga Uno
Sanggar Pasir
Sapardi Djoko Damono
Sartika Dian Nuraini
Sastra Pesantren
Sastrawan Pujangga Baru
Satmoko Budi Santoso
Satriwan
Sejarah
Sekolah Literasi Gratis (SLG)
SelaSastra Boenga Ketjil
Sihar Ramses Simatupang
Sinopsis
Siswanto
Siswoyo
Sita Planasari A
Siti Muyassarotul Hafidzoh
Siti Sa’adah
Siwi Dwi Saputro
Slavoj Zizek
Snouck Hugronje
Sobih Adnan
Sofyan RH. Zaid
Soni Farid Maulana
St Sularto
Suci Ayu Latifah
Sufyan al Jawi
Sugiarta Sriwibawa
Sulaiman Djaya
Sundari
Sungatno
Sunu Wasono
Surya Lesmana
Suryadi
Suryanto Sastroatmodjo
Susianna
Susringah
Sutan Iwan Soekri Munaf
Sutan Takdir Alisjahbana
Sutardi
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Suyanto
Syaiful Amin
Syaifullah Amin
Syarif Hidayat Santoso
Syeikh Abdul Maalik
Syeikh Muhammad Nawawi
Syekh Abdurrahman Shiddiq
Syekh Sulaiman al Jazuli
Syi'ir
Taufiq Ismail
Taufiq Wr. Hidayat
Teguh Winarsho AS
Temu Penyair Timur Jawa
Tengsoe Tjahjono
Theresia Purbandini
Tiar Anwar Bachtiar
Tjahjono Widijanto
Tok Pulau Manis
Toko Buku PUstaka puJAngga
Tu-ngang Iskandar
Turita Indah Setyani
Umar Fauzi Ballah
Uniawati
Universitas Indonesia
Universitas Jember
Usep Romli H.M.
Usman Arrumy
UU Hamidy
Viddy AD Daery
Virdika Rizky Utama
W.S. Rendra
Wa Ode Zainab Zilullah Toresano
Wahyu Aji
Walid Syaikhun
Wan Mohd. Shaghir Abdullah
Warung Boengaketjil
Wawan Eko Yulianto
Wawancara
Welly Adi Tirta
Wiwik Hastuti
Wiwik Hidayati
Wong Fei Hung
Y Alpriyanti
Yanti Mulatsih
Yanuar Widodo
Yanuar Yachya
Yayuk Widiati
Yeni Ratnaningsih
Yohanes Sehandi
Yopi Setia Umbara
Yosi M Giri
Yudhi Fachrudin
Yudi Latif
Yusi Avianto Pareanom
Yusri Fajar
Yusuf Suharto
Zaenal Abidin Riam
Zainal Arifin Thoha
Zainuddin Sugendal
Zakki Amali
Zehan Zareez

