Minggu, 22 Agustus 2010

Mistik Pesantren dalam Puisi dan Cerpen

Bagian pertama dari dua tulisan
Binhad Nurrohmat
http://www.infoanda.com/Republika

Keberadaan pesantren selama ratusan tahun di negeri ini telah menjadikannya sebagai satuan ranah subkultur dengan corak tradisi yang khas dan hidup di antara kultur-kultur yang lain. Pesantren mempertahankan dan mengembangkan keberadaannya dalam jangka waktu panjang dengan mentransformasi secara eklektik kondisi masyarakat sekitarnya tanpa melenyapkan jati dirinya.

Kultur dan tradisi pesantren dalam kehidupan nyata sehari-hari mendasarkan diri pada hadits dan Alquran, kitab kuning (fiqih klasik), dan mewarisi sebagian watak kultur dan tradisi lokal (mistik, misalnya) tempat pesantren berada. Dalam sejarahnya, kultur dan tradisi pesantren menghargai kultur dan tradisi lokal secara halus dan kreatif sehingga terhindar dari konflik.

Kiprah Wali Sembilan yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa menjadi model eklektik kultur dan tradisi pesantren. Tradisi sastra yang diciptakan para penyebar Islam awal di Nusantara itu memakai Bahasa Jawa, bukan bahasa primer sumber ajaran Islam, yaitu Bahasa Arab.

Tembang dan syair berbahasa Jawa kreasi sastra para wali itu hidup hingga kini di surau, langgar, dan masjid di berbagai pelosok (khususnya) tanah Jawa. Strategi kebudayaan eklektik para wali itu menjadi prestasi legendaris dalam sejarah kebudayaan Islam di negeri ini dan menjadi watak kultur dan tradisi pesantren hingga kini.

Tradisi sastra itu lumrah terselenggara karena masyarakat pesantren punya tradisi baca yang kuat atau kental tradisi literaturnya. Pesantren, sejak awal hingga kini, menjadikan kitab-kitab klasik (bahasa Arab, filsafat, fiqih, logika, dan ilmu-ilmu lainnya) sebagai sumber ilmu dan pengetahuan yang menjaga tiang-tiang utama eksistensinya.

Dalam perkembangannya, pesantren juga mengadopsi model pendidikan sekolah yang mengajarkan ilmu dan pengetahuan yang telah mengalami perkembangan pesat dalam peradaban masyarakat Barat (bahasa Inggris dan ilmu-ilmu lainnya).

Banyak intelektual dan budayawan Muslim terpenting di negeri ini adalah pribadi yang dekat dengan kultur dan tradisi pesantren. Mereka memiliki kemampuan kosmopolit yang menggali atau mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dari sumber-sumber asli berbahasa Arab maupun berbahasa Inggris. Abdurrahman Wahid, Emha Ainun Najib, dan Nurcholish Madjid merupakan sedikit contoh tokoh intelektual dan budayawan terkemuka yang memiliki basis kultur dan tradisi pesantren itu.

Sebagai satuan ranah subkultur yang khas, maka corak maupun pernik sosial, antropologis, maupun religiusitas dunia pesantren menyata dalam keseharian masyarakatnya dan muncul dalam karya sastra yang dihasilkan oleh pengarang yang tumbuh dalam ranah subkultur itu.

Setelah Jamil Suherman yang pada dekade 1970-an menulis cerpen-cerpen yang digali dari kehidupan kultur dan tradisi pesantren, pada dekade 2000-an hingga sekarang muncul cerpen-cerpen yang menjadikan kehidupan pesantren sebagai sumber penciptaan karya sastra secara spesifik dan dengan kecenderungan perspektif mistik Islam (Sufisme).

Kecenderungan itu memiliki perspektif yang senafas dengan puisi-puisi yang ditulis para penyair Indonesia (dekade 1980-an hingga sekarang) yang punya kedekatan dengan kultur dan tradisi pesantren. D Zawawi Imron, Emha Ainun Najib, Acep Zamzam Noor, Jamal D Rahman, Kuswaidi Syafii, Mathori A Elwa, Amien Wangsitalaja, Ahmad Syubbanuddin Alwy, Abidah el Khaliqy, Ulfatin Ch adalah para penyair yang dekat dengan kultur dan tradisi pesantren yang puisinya punya kecenderungan mistik Islam. Nama-nama itu merupakan garda depan puisi mistik Islam Indonesia yang berlatarkan kultur dan tradisi pesantren.

Puisi berperspektif mistik Islam tak hanya ditulis penyair yang dekat dengan kultur dan tradisi pesantren. Banyak penyair Muslim di negeri ini yang tanpa pengalaman hidup dalam kultur dan tradisi pesantren juga menulis puisi bernafaskan mistik Islam yang menonjol, misalnya Abdul Hadi WM, Ahmadun Yosi Herfanda, Abdul Wahid BS, Isbedy Stiawan ZS, Edy A Effendi, dan Sutardji Calzoum Bachri. Nama-nama ini merupakan garda depan puisi mistik Islam di negeri ini. Kemusliman membuat kepekaan mistik Islam mereka sekuat penyair Muslim yang memiliki kedekatan dengan kultur dan tradisi pesantren.

Gejala mistik Islam menjadi kecenderungan yang kuat dalam perpuisian penyair Indonesia — yang punya kedekatan dengan kultur dan tradisi pesantren atau tidak — hingga hari ini dan menjadi gelombang utama yang kuat dalam perpuisian Indonesia pada dekade 1980-an dan berlanjut hingga kini meski tak lagi menjadi gelombang utama.

Kultur agamis masyarakat di negeri ini, setidaknya lingkungan tempat asal bertumbuhnya para penyair itu, membuat puisi mistik Islam itu memiliki latar yang kukuh untuk tetap terus bisa bertahan. Gelombang sekularitas tak mampu menggerus habis arus mistik Islam itu, justru membuat puisi mistik Islam punya tantangan untuk bertahan, dengan sebuah kecenderungan: mistik Islam dalam puisi Indonesia bukan menjadi wilayah yang ‘tenang’ seperti mistik Islam dalam puisi tradisional, melainkan mengalami ‘ketegangan’ yang luka dan perih karena serangan sekularitas dari berbagai arah.

Begitulah gambaran puisi mistik Islam Indonesia yang muncul sebagai gelombang utama di suatu masa dan menghadapi tantangan sekularitas tanpa pernah takluk.

Bagaimana dengan perkembangan cerpen di negeri ini? Bersamaan dengan munculnya cerpen-cerpen agamis yang menyeruak dari komunitas Forum Lingkar Pena (FLP) yang menggali sumber penciptaan dari kehidupan agamis kaum Muslim, kini cerpen-cerpen agamis yang perspektif mistik Islam bermunculan dan menjadikan kehidupan pesantren sebagai bahan penciptaan secara spesifik.

Para pengarang cerpen yang menjadikan kehidupan pesantren sebagai bahan penciptaan secara spesifik dan dengan perspektif mistik Islam itu adalah mereka yang memiliki kedekatan dengan kultur dan tradisi pesantren. Dengan kata lain, cerpen yang menyuarakan dunia pesantren ditulis oleh orang dari dunia pesantren. Gejala ini terjadi karena pengarang yang memiliki pengalaman hidup secara dekat dengan dunia pesantren yang cenderung lebih punya penguasaan bahan dan penghayatan yang kuat tentang dunia pesantren.

KHA Mustofa Bisri (Gus Mus) menulis dan memublikasikan sejumlah cerpen pada awal dekade 2000-an yang dikumpulkan dalam buku Lukisan Kaligrafi (2003). Cerpen-cerpen dalam buku ini terilhami kisah-kisah yang khas dalam kultur dan tradisi pesantren.

Gus Mus merupakan contoh pengarang yang juga ‘orang dalam’ dunia pesantren. Gus Mus lahir dan tubuh di dalam dunia pesantren. Ayah dan kakeknya adalah kiai pengasuh pesantren yang berpengaruh dan mendidik banyak santri. Kini Gus Mus pun menjadi kiai pengasuh pesantren dan mendidik banyak santri.

*) Penyair, mantan santri Krapyak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

A Khoirul Anam A. Khoirul Anam A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A.C. Andre Tanama A.D. Zubairi A.S. Laksana Abd. Basid Abdul Aziz Abdul Aziz Rasjid Abdul Gaffar Abdul Hadi W.M. Abdul Rauf Singkil Abdul Rosyid Abdul Salam HS Abdul Wachid B.S. Abdullah Alawi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimardha Kurniawan Abu Nawas Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Ach. Tirmidzi Munahwan Achmad Faesol Adam Chiefni Adhitya Ramadhan Adi Mawardi Adian Husaini Aditya Ardi N Ady Amar Adzka Haniina Al Barri AF. Tuasikal Afrizal Malna Afrizal Qosim Agama Para Bajingan Aguk Irawan Mn Agus Buchori Agus Fahri Husein Agus Fathuddin Yusuf Agus R. Sarjono Agus Sulton Agus Sunyoto AH J Khuzaini Ahmad Anshori Ahmad Badrus Sholihin Ahmad Baso Ahmad Fatoni Ahmad Hadidul Fahmi Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Khotim Muzakka Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Muhli Junaidi Ahmad Syafii Maarif Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Tohari Ahmad Y. Samantho Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rohim Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Fatoni Akhmad Sahal Akhmad Taufiq Akhudiat Alang Khoiruddin Alang Khoirudin Ali Audah Ali Mahmudi CH Ali Rif’an Aliansyah Allamah Syaikh Dalhar Alvi Puspita AM Adhy Trisnanto Ami Herman Amien Wangsitalaja Amin Hasan Aminullah HA Noor Amir Hamzah Ammar Machmud Andri Awan Anindita S Thayf Aning Ayu Kusuma Anjar Nugroho Anjrah Lelono Broto Antari Setyowati Anwar Nuris Arafat Nur Ariany Isnamurti Arie MP Tamba Arie Yani Arif Hidayat Arif Saifudin Yudistira Arifin Hakim Arman AZ Arwan Asarpin Asef Umar Fakhruddin Asep Juanda Asep S. Bahri Asep Sambodja Asep Yayat Asif Trisnani Aswab Mahasin Atiqurrahman Awalludin GD Mualif Azizah Hefni Azwar Nazir B Kunto Wibisono Babe Derwan Badrut Tamam Gaffas Bale Aksara Bandung Mawardi Bastian Zulyeno Bayu Agustari Adha Beni Setia Benny Benke Berita Berita Duka Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Brunel University London Budaya Budi Darma Budi Hutasuhut Budiawan Dwi Santoso Buku Kritik Sastra Candra Adikara Irawan Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cawapres Jokowi Cerpen Chairil Anwar Chairul Abhsar Chairul Akhmad Chamim Kohari CNN Indonesia Cucuk Espe Cut Nanda A. D Zawawi Imron D. Dudu AR Dahta Gautama Damanhuri Zuhri Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Danarto Danuji Ahmad Dati Wahyuni Dea Anugrah Dea Ayu Ragilia Dede Kurniawan Dedik Priyanto Den Rasyidi Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Detti Febrina Dewi Kartika Dian Sukarno Dian Wahyu Kusuma Didi Purwadi Dien Makmur Din Saja Djasepudin Djauharul Bar Djoko Pitono Djoko Saryono DM Ningsih Doddy Hidayatullah Donny Syofyan Dr Afif Muhammad MA Dr. Simuh Dr. Yunasril Ali Dudi Rustandi Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi Rejeki Dyah Ratna Meta Novia E Tryar Dianto Ecep Heryadi Edeng Syamsul Ma’arif Edy A Effendi Edy Susanto EH Ismail Eka Budianta Ekky Malaky Eko Israhayu Ellie R. Noer Emha Ainun Nadjib Esai Esha Tegar Putra Evi Melyati Fachry Ali Fahmi Faqih Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Faizal Af Fajar Kurnianto Fanani Rahman Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Fazabinal Alim Festival Literasi Nusantara Festival Sastra Gresik Festival Teater Religi Forum Santri Nasional Fuad Mardhatillah UY Tiba Furqon Lapoa Fuska Sani Evani Geger Riyanto Ghufron Gola Gong Grathia Pitaloka Gugun El-Guyanie Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin Gus Dur Gus Muwaffiq Gusriyono Gusti Grehenson H Marjohan H. Usep Romli H.M. Habibullah Hadi Napster Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamid Jabbar Hamka Hammam Fathulloh Hamzah Fansuri Hamzah Sahal Hamzah Tualeka Zn Hanibal W.Y. Wijayanta Hanum Fitriah Haris del Hakim Harri Ash Shiddiqie Hartono Harimurti Hary B. Kori’un Hasan Basri Marwah Hasnan Bachtiar Hasyim Asy’ari Helmy Prasetya Hendra Makmur Hepi Andi Bastoni Heri Listianto Heri Ruslan Herry Lamongan Herry Nurdi Heru Kurniawan Hilmi Abedillah Hotnida Novita Sary Hudan Hidayat Husein Muhammad I Nyoman Suaka Ibn ‘Arabi (1165-1240) Ibn Rusyd Ibnu Sina Ibnu Wahyudi Idayati Ignas Kleden Ilham Khoiri Ilham Yusardi Imadi Daimah Ermasuri Imam Hamidi Antassalam Imam Khomeini Imam Nawawi Imam Nur Suharno Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Nasri Imron Tohari Indonesia O’Galelano Indra Kurniawan Indra Tjahyadi Inung As Irma Safitri Isbedy Stiawan Z.S. Istiyah Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar J Sumardianta Jadid Al Farisy Jalaluddin Jalaluddin Rakhmat Jamal Ma’mur Asmani Jamaluddin Mohammad Javed Paul Syatha Jaya Suprana Jember Gemar Membaca Jo Batara Surya Johan Wahyudi John Halmahera Joko Pinurbo Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Junaidi Jurnalisme Sastrawi Jusuf AN K. Muhamad Hakiki K.H. A. Azis Masyhuri K.H. Anwar Manshur K.H. M. Najib Muhammad K.H. Ma'ruf Amin Kabar Pesantren Kafiyatun Hasya Kanjeng Tok Kasnadi Kazzaini Ks KH Abdul Ghofur KH. Irfan Hielmy Khansa Arifah Adila Khoirul Anwar Khoirur Rizal Umami Khoshshol Fairuz Kiai Muzajjad Kiki Mikail Kitab Dalailul Khoirot Kodirun Komunitas Deo Gratias Koskow Kritik Sastra Kurniawan Kurtubi Kuswaidi Syafi’ie Kyai Maimun Zubair Lan Fang Larung Sastra Leila S. Chudori Linda S Priyatna Linda Sarmili Liza Wahyuninto Lukisan Potret K.H. Hasyim Asy'ari karya Rengga AP Lukman Asya Lukman Santoso Az M Arif Rohman Hakim M Hari Atmoko M Ismail M Thobroni M. Adnan Amal M. Al Mustafad M. Arwan Hamidi M. Bashori Muchsin M. Faizi M. Hadi Bashori M. Harir Muzakki M. Kanzul Fikri M. Mustafied M. Nurdin M. Yoesoef M. Yunis M.D. Atmaja M.H. Abid M.Harir Muzakki M.S. Nugroho M.Si M’Shoe Mahamuda Mahdi Idris Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahrus eL-Mawa Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mansur Muhammad Marhalim Zaini Maria Hartiningsih Marjohan Marsudi Fitro Wibowo Martin van Bruinessen Marzuki Wahid Marzuzak SY Masduri Mashuri Masjid Kordoba Masuki M. Astro Matroni Matroni el-Moezany Matroni Muserang Mbah Dalhar Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Miftahul Ulum Mila Novita Mochtar Lubis Moh. Ghufron Cholid Mohamad Salim Aljufri Mohammad Kh. Azad Mohammad Yamin Muh. Khamdan Muhajir Arrosyid Muhammad Abdullah Muhammad Affan Adzim Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Ali Fakih AR Muhammad Amin Muhammad Anta Kusuma Muhammad Ghannoe Muhammad Idrus Djoge Muhammad Itsbatun Najih Muhammad Kosim Muhammad Muhibbuddin Muhammad Mukhlisin Muhammad Quraish Shihab Muhammad Subhan Muhammad Wava Al-Hasani Muhammad Yasir Muhammad Yuanda Zara Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun AS Muhyiddin Mujtahid Muktamar Sastra Mulyadi SA Munawar A. Djalil Munawir Aziz Musa Ismail Musa Zainuddin Muslim Mustafa Ismail Mustami’ tanpa Nama Mustofa W Hasyim Musyafak Myrna Ratna N. Mursidi Nasaruddin Umar Nashih Nashrullah Naskah Teater Nasruli Chusna Nasrullah Thaleb Nelson Alwi Nevatuhella Ngarto Februana Nidia Zuraya Ninuk Mardiana Pambudy Nita Zakiyah Nizar Qabbani Nova Burhanuddin Noval Jubbek Nu’man ’Zeus’ Anggara Nur Fauzan Ahmad Nur Wahid Nurcholish Nurel Javissyarqi Nuruddin Al Indunissy Nurul Anam Orasi Budaya Pangeran Diponegoro Parimono V / 40 Plandi Jombang PC. Lesbumi NU Babat PDS H.B. Jassin Pesantren Tebuireng Pidato Politik Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang PonPes Ali bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan Pramoedya Ananta Toer Prof. Dr. Nur Syam Profil Ma'ruf Amin Prosa Puisi Puji Hartanto Puji Santosa Pungkit Wijaya Purwanto Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin PUstaka puJAngga Putera Maunaba Putu Fajar Arcana R. Ng. Ronggowarsito Radhar Panca Dahana Raedu Basha Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rakhmat Nur Hakim Ramadhan Alyafi Rameli Agam Rasanrasan Boengaketji Ratnaislamiati Raudal Tanjung Banua Reni Susanti Resensi Restoe Prawironegoro Ibrahim Retno HY Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Rinto Andriono Risa Umami Riyadhus Shalihin Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Rodli TL Rohman Abdullah S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Saifuddin Syadiri Saifudin Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Salahuddin Wahid Salamet Wahedi Salman Faris Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sandiaga Uno Sanggar Pasir Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Pesantren Sastrawan Pujangga Baru Satmoko Budi Santoso Satriwan Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra Boenga Ketjil Sihar Ramses Simatupang Sinopsis Siswanto Siswoyo Sita Planasari A Siti Muyassarotul Hafidzoh Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Slavoj Zizek Snouck Hugronje Sobih Adnan Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana St Sularto Suci Ayu Latifah Sufyan al Jawi Sugiarta Sriwibawa Sulaiman Djaya Sundari Sungatno Sunu Wasono Surya Lesmana Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susianna Susringah Sutan Iwan Soekri Munaf Sutan Takdir Alisjahbana Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suyanto Syaiful Amin Syaifullah Amin Syarif Hidayat Santoso Syeikh Abdul Maalik Syeikh Muhammad Nawawi Syekh Abdurrahman Shiddiq Syekh Sulaiman al Jazuli Syi'ir Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Theresia Purbandini Tiar Anwar Bachtiar Tjahjono Widijanto Tok Pulau Manis Toko Buku PUstaka puJAngga Tu-ngang Iskandar Turita Indah Setyani Umar Fauzi Ballah Uniawati Universitas Indonesia Universitas Jember Usep Romli H.M. Usman Arrumy UU Hamidy Viddy AD Daery Virdika Rizky Utama W.S. Rendra Wa Ode Zainab Zilullah Toresano Wahyu Aji Walid Syaikhun Wan Mohd. Shaghir Abdullah Warung Boengaketjil Wawan Eko Yulianto Wawancara Welly Adi Tirta Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Fei Hung Y Alpriyanti Yanti Mulatsih Yanuar Widodo Yanuar Yachya Yayuk Widiati Yeni Ratnaningsih Yohanes Sehandi Yopi Setia Umbara Yosi M Giri Yudhi Fachrudin Yudi Latif Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusuf Suharto Zaenal Abidin Riam Zainal Arifin Thoha Zainuddin Sugendal Zakki Amali Zehan Zareez