Langsung ke konten utama

Postingan

Ketika Usman Arrumy Salah Memasuki Kebun Nizar Qabbani

Fazabinal Alim * http://basabasi.co
Pada 11 Juni 2017, Dea Anugrah menulis tentang terjemahan puisi-puisi Nizar Qabbani yang meragukan di www.tirto.id. Ia membandingkan tiga buku terjemahan puisi Nizar Qabbani yang berjudul Puisi Arab Modern, Surat dari Bawah Air, dan Yerusalem, Setiap Aku Menciummu.
Postingan terbaru

Melirik Dunia Kesunyian Nurel Javissyarqi

Lewat Waktu Di Sayap Malaikat, I-XXXIX dalam Antologi Puisi “Kitab Para Malaikat” Awalludin GD Mualif
1/ Selepas mengaduk secangkir kopi saya pun menyalakan laptop, kemudian membuka windows media player dan mengisinya dengan beberapa lagu yang saya kehendaki. Sesaat setelah itu saya terkenang dengan salah satu buku antologi puisi bertajuk “Kitab Para Malaikat” buah karya Nurel Javissyarqi. Entah mengapa, malam ini kenang dalam pikir saya tertuju pada karya itu. Baiklah, gumam saya lirih.

Perempuan dalam Tubuh Puisi

DM Ningsih
http://riaupos.co

“Carilah makna kata sampai ke putih tulang!” Chairil Anwar
Penyair adalah penjelajah kata-kata, ia berjuang dalam petualangannya memburu sekaligus menciptakan makna baru yang turut memperkaya bahasa. Setiap kalimat yang terangkai tentulah mempunyai kualitas yang sama. Saat seseorang salah mengetik sebuah larik puisi, baik itu tanda baca ataupun huruf dan kata perkata, maka makna puisi tersebut bisa saja jadi berbeda, pesan yang disampaikan kadang menjadi buram.

Sastra-Indonesia.com