Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

M. Paus (Membaca: “Pesan al-Qur’an untuk Sastrawan”) karya Aguk Irawan MN

Nurel Javissyarqi *
http://sastra-indonesia.com

Sudah lama saya tidak menulis, Bismillah…
Tanggal 15 Juli 2012 saya membedah salah satu karyanya penulis ini (Penakluk Badai; novel biografi KH. Hasyim Asy’ari) tanpa makalah (lantaran informasi kepada saya mendadak, dan di hari itu juga mengisi acara di kampus STITAF, Siman, Sekaran, Lamongan, dengan makolah bertitel “Pendidikan; Prospek Pembentuk Karakter Budaya”, untunglah jadwal waktunya tidak bertabrakan; pagi hingga siangnya di Pesantren Sunan Drajad, siangnya sampai sore di kampus).

Menerawang Nasib Sastra Indonesia

Den Rasyidi *
Lampung Post, 1 Des 2013

Di Indonesia nasib sastra miris dan nyaris mati, bahkan sastrawan sulit untuk dihormati. Padahal, jauh di Negeri Persia, sastrawan satu tingkat di bawah Ilahi, karya-karyanya satu tingkat di bawah Alquran.

SAMPAI detik ini sastra semakin tak berarti di dunia akademi Indonesia. Sastra seakan tak punya gaung dan taring yang tajam untuk unjuk gigi ke permukaan, seakan tak punya makna dan nilai sosial, alhasil sastra mudah disingkirkan. Betapa miris karya sastra hanya dibicarakan antar sastrawan dan bila masuk sistem pendidikan cuma dijadikan subtema, atau meminjam istilahnya Alex R. Nainggolan di Republika (20/10) sastra dijadikan sebagai ?pemanis? pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Menelisik Tradisi Intelektual di Tanah Minang

Dian Wahyu Kusuma *
Lampung Post, 8 Des 2013

SEPERTI tak ada habisnya membicarakan khazanah yang ada di Tanah Minang, mulai dari lezatnya rendang, hingga eloknya pemandangan di kampung Siti Nurbaya ini.

Tapi tak hanya itu yang membuat Minangkabau ini terkenal, banyaknya penyair dengan karya berkualitas yanng tak lekang di makan masa pun menjadi daya pikat tersendiri. Juga bejibunnya cendekiawan dan negarawan yang lahir di sana. Semua tak lepas dari tradisi yang tumbuh di sana.

Serat Sabdo Jati

R. Ng. Ronggowarsito

Raden Ngabehi Ronggowarsito. Demikian nama salah seorang pujangga terkenal yang pernah menorehkan jejak gemilang dalam kesusastraan Jawa di abad 19. Namanya senantiasa dikenang sebagai pujangga besar yang karya-karyanya tetap abadi hingga kini.

Membongkar Kerancuan Metode Penelitian Sastra

Donny Syofyan *
harianhaluan.com 18 Nov 2012

Dekade 1970-an di Barat menunjukkan perkembangan pesat dalam kajian sastra ilmiah dengan kemunculan pelbagai teori baru mengenai karya sastra. Ini meliputi teori struktural, semiotik, struktu­ralisme genetik, resepsi sastra hingga teori kelisanan. Kecen­derungan ini kian kuat dengan masuknya teori-teori yang lebih baru semisal pasca­struktu­ralisme, pascamodernisme, pascakolonialisme, pasca­mar­xisme, feminsime, pascafemi­nisme. Perkembangan demikian mengesankan bahwa posisi keilmiahan karya sastra tidak dapat digoyahkan dan dira­gukan lagi.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com